Puting Beliung Terjang 2 Desa di Kabupaten Tuban, Puluhan Rumah Rusak

Pipiet Wibawanto · Rabu, 13 Maret 2019 - 11:25 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Kabupaten Tuban, Puluhan Rumah Rusak

Warga memperbaiki atap rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jatim, Rabu (3/13/2019). (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id – Puluhan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), rusak akibat diterjang angin puting beliung disertai hujan deras, Rabu (13/3/2019) pagi. Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Musibah tersebut terjadi di Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, dan Desa Compreng, Kecamatan Widang. Di dua desa ini, sedikitnya ada 24 rumah warga yang mengalami kerusakan. Hingga saat ini, warga masih membersihkan dan memperbaiki rumah mereka yang porak-poranda akibat diterjang puting beliung.

Video amatir yang direkam warga menunjukkan detik-detik terjadinya musibah tersebut. Awan gelap menutupi langit dan hujan gerimis turun. Tiba-tiba dalam waktu singkat, muncul angin kencang dan berputar menerjang permukiman warga.

BACA JUGA:

Puluhan Rumah di Brebes Rusak Diterjang Puting Beliung, Listrik Padam

Puting Beliung Rusak 640 Rumah di Bandung, Tanggap Darurat 7 Hari

Angin kencang tersebut menerbangkan atap-atap rumah warga dan merusak sejumlah bangunan. Sejumlah pohon juga tumbang. Kejadian yang cepat ini membuat warga panik dan ketakutan. Mereka berusaha menyelamatkan diri dan mencoba berlindung di tempat yang aman.

Dari puluhan rumah yang rusak diterjang puting beliung, kerusakan paling parah dialami salah satu warga bernama Suwarni. Rumahnya tertimpa pohon yang tumbang.

“Ada puluhan rumah yang rusak. Tapi, yang parah kerusakannya milik Suwarni karena tertimpa pohon,” kata warga Desa Penidon, Wanto.

Sementara itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban sudah datang kelokasi musibah. Petugas mendata rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung dan kerugian yang ditanggung warga.

Saat ini, warga hanya berharap mendapat bantuan dari pemerintah secepatnya agar mereka bisa memperbaiki rumah yang rusak, terutama bagian atap. Untuk saat ini, warga memperbaiki atap rumah seadanya.


Editor : Maria Christina