Puting Beliung Terjang 4 Desa di Tuban, 1 Tewas, Puluhan Rumah Rusak

Pipiet Wibawanto · Selasa, 22 Januari 2019 - 19:36 WIB
Puting Beliung Terjang 4 Desa di Tuban, 1 Tewas, Puluhan Rumah Rusak

Warga menunjukkan lokasi saat korban Kasmuri tertimpa bangunan rumah anaknya yang ambruk akibat diterjang angin puting beliung di Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Tuban, Jatim. (Foto: iNews.id/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id – Bencana angin puting beliung menerjang empat desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (22/1/2019). Selain merusak puluhan rumah, bencana yang disertai hujan deras itu juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

Korban diketahui bernama Kasmari, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel. Saat kejadian, korban sedang membantu pembangunan rumah anaknya, Harum Martiah. Tiba-tiba bangunan permanen yang didominasi material tembok dan kayu itu ambruk setelah diterjang angin puting beliung.

Nahas, korban tak sempat menghindar dan kepalanya tertimpa tiang penyangga dan atap rumah. Akibatnya, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan dada.

Seorang warga, Mutholib mengatakan, puting beliung datang secara tiba-tiba. Sebelum bencana itu datang melanda, cuaca di langit sangat gelap. Setelah itu, datang angin yang berembus sangat kencang menerjang segala yang dilewati.

“Awalnya tiang penyangga dari kayu jati roboh terus merembet ke bangunan rumah. Saat itu, Pak Kasmuri (korban) posisinya di sisi tembok yang sedang dibangun,” katanya.

BACA JUGA:

Puting Beliung Terjang 4 Kecamatan di Bojonegoro, Pohon Bertumbangan

Puting Beliung Terjang Kabupaten Tegal, Puluhan Rumah Rusak Parah

Puluhan Rumah di Brebes Rusak Diterjang Puting Beliung, Listrik Padam

Setelah kejadian, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan disalatkan. Jenazah langsung dimakamkan sore tadi di pemakaman umum Desa Sumberejo.

Selain di Desa Sumberejo, puting beliung juga menerjang rumah-rumah warga di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Desa Magersari, Kecamatan Plumpang, dan Desa Simo, Kecamatan Widang.


Editor : Kastolani Marzuki