Ratusan Penari dari 13 Negara Pukau Ribuan Warga dalam Surabaya Cross Culture

Hari Tambayong ยท Senin, 22 Juli 2019 - 02:02 WIB
Ratusan Penari dari 13 Negara Pukau Ribuan Warga dalam Surabaya Cross Culture

Para penari dari Meksiko unjuk kebolehan di depan ribuan warga Surabaya dan sekitarnya dalam "Surabaya Cross Culture Folk and Art Festival 2019 di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jatim. (Foto: iNews.id/Hari Tambayong)

SURABAYA, iNews.id - Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi panggung seni dunia dalam tema “Surabaya Cross Culture Folk and Art Festival 2019”. Perhelatan itu menampilkan beragam tarian dari 13 negara berbagai benua.

Mereka berunjuk kebolehan menampilkan tarian khas daerahnya masing-masing. Agenda yang digelar tahunan oleh Pemerintah Kota Surabaya ini mendapat antusiasme dari ribuan warga Surabaya dan sekitarnya.

Berbagai tarian dari berbagai negara ini ditampilkan di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya. Tercatat ada 359 penari dari 13 negara di dunia yang menampilkan tarian tradisional negara mereka masing-masing. Di antaranya, Russia, India, Meksiko, Polandia, Bulgaria, Jepang, Thailand, dan Indonesia.

Ribuan warga Surabaya dan sekitarnya pun antusias menyaksikan gelaran tahunan itu. Mereka mengaku belum mengetahui banyak budaya khususnya tarian negara-negara yang ada di dunia.

“Yang paling bagus itu dari Meksiko, karena cukup unik. Jepang juga dan tentunya Indonesia. Saya bangga jadi warga negara Indonesia,” kata Prianka, warga Sidoarjo, Minggu (21/7/2019).

BACA JUGA: 359 Peserta dari 13 Negara Akan Ramaikan Surabaya Cross Culture 2019

Selain dari mancanegara, adapula beberapa tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia seperti, tarian dari Pangkalpinang, Solok, serta Bali.


Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, kegiatan Cross Culture International Folk and Art Festival ini diadakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebudayaan masyarakat di dunia. “Selain itu, festival ini juga dijadikan sebagai ajang wisata yang ada di Kota Surabaya,” ucapnya.

Menurut Risma, jumlah negara peserta Cross Culture International Folk and Art Festival 2019 ini digelar mulai 21 hingga 25 Juli 2019. Penari-penari negara peserta akan menampilkan tari-tarian tradisionalnya di beberapa tempat di Kota Surabaya.

Kegiatan itu sudah ke-15 kalinya digelar di Surabaya dan menjadi agenda festival tahunan di Kota Pahlawan. “Jumlah pesertanya terus bertambah tiap tahun. Semoga tahun depan semakin ramai lagi,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki