Ratusan Ulama dan Tokoh Agama di Jombang Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Ihya' Ulumuddin, Mukhtar Bagus ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 22:09 WIB
Ratusan Ulama dan Tokoh Agama di Jombang Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Ulama dan tokoh dari berbagai agama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), menggelar deklarasi damai, Kamis (6/12/2018) malam. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Ratusan ulama dan tokoh dari berbagai agama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), menggelar deklarasi pemilu damai, Kamis (6/12/2018) malam. Mereka bersama-sama mengajak seluruh masyarakat dan para tokoh untuk menjaga suasana aman, damai dan kondusif.

Deklarasi ini digelar menyusul situasi panas menjelang Pemilu 2019. Mereka tidak ingin kisruh para elite di tingkat pusat terus berlanjut, apalagi sampai merembet ke bawah dan memecah kerukunan antar sesama.

“Lewat deklarasi damai ini, kami semua berkomitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang pelaksanaan pemilu. Kami berharap agar seluruh umat beragama proaktif menjaga proses pemilu berlangsung aman dan damai,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang KH Isrofil di sela acara deklarasi, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA:

Anggota Komunitas Indonesia Kampanye Pemilu Damai di Washington DC

Deklarasi Pemilu Damai, Mabes Polri Ajak Warga Gowes Bareng di Monas

Isrofil mengatakan, belakangan ini berbagai isu provokatif beredar di masyarakat. Sementara para elite juga kerap berseteru sehingga situasi kondusif menjadi terganggu.

“Karena itu, malam ini kami berkumpul. Kami semua (para ulama dan tokoh agama) akan menjaga umat masing-masing agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang memicu perpecahan,” katanya.

Menurut Isrofil, para ulama dan tokoh agama perlu turun tangan mengingat gesekan antarpendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden begitu kuat. Untuk memenangkan jagoannya, mereka cenderung mengarah pada isu-isu sentral sehingga merusak bangunan kerukunan antarumat beragama.

“Kalau ini (gesekan) kita biarkan, kami khawatir akan terjadi kekisruhan besar. Sebelum atau sesudah pemilu,” ujarnya.

Sebagai wujud kepedulian itu, para ulama dan tokoh agama tidak hanya berkampanye atau membuat seruan, tetapi juga ikut mengawasi langsung proses jalannya pemilu.


Editor : Maria Christina