Real Count SCG: PDIP Berjaya di Surabaya, Bisa Kuasai 16 Kursi DPRD

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 25 April 2019 - 11:04 WIB
Real Count SCG: PDIP Berjaya di Surabaya, Bisa Kuasai 16 Kursi DPRD

Ilustrasi kursi wakil rakyat. (Foto: SINDOnews)

SURABAYA, iNews.id – PDI Perjuangan diprediksi kembali menguasai DPRD Kota Surabaya dengan 14 sampai 16 kursi. Hal ini mengacu data real count SCG Research and Consulting yang menempatkan partai besutan Megawati Soekarno Putri ini berjaya di seluruh daerah pemilihan (dapil) dengan total 28 persen suara.

Hasil ini menempatkan PDIP sebagai pemenang. Disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 10 persen, Partai Gerindra 8 Persen, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Golkar masing-masing 7 persen, PSI 6 Persen, Partai NasDem dan PAN 5 persen, serta PPP 3 persen.

“Imput data kami di TPS seluruh kelurahan telah mencapai 91 persen. Hasilnya, PDIP kembali berjaya. Berdasarkan sistem sainte lague, PDIP bisa memperoleh 14 hingga 16 kursi DPRD Surabaya,” ujar Direktur SCG Research and Consulting Didik Prasetiyono, Kamis (25/4/2019).

Dia mengatakan, pada pemilu kali ini PDIP Kota Surabaya berada di tiga kemungkinan. Pertama, turun menjadi 14 kursi dari tahun 2014 (15 kursi), bila tak memperoleh 3 kursi di dapil 3 karena gagal mempertahankan kursi kesembilan yang saat ini sedang diperebutkan dengan PAN.

Kedua, tetap meraih 15 kursi, jika berhasil memperoleh 3 kursi di Dapil 3. Ketiga, bisa naik 16 kursi, bila berhasil memperoleh 4 kursi di dapil 4 dengan memenangkan kursi ke-10, yang saat ini diperebutkan bersama PSI dan NasDem.

Meskipun begitu, perolehan kursi PDIP untuk DPRD Kota Surabaya, tetap paling banyak dibandingkan parpol lain. Untuk PKB diperkirakan meraih 5 kursi, Gerindra dan PKS 5 kursi, serta PPP tetap dibanding perolehan pemilu 2014.

"Nama-nama yang terpilih mengisi 50 kursi DPRD Kota Surabaya didapat caleg dengan suara terbanyak di antara daftar caleg partai yang memperoleh kursi. Pantauan kami, nama-nama ini masih didominasi para incumbent, meskipun ada nama baru juga ikut bermunculan,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw