Real Count Sementara di Jatim, Suara Jokowi-Ma'ruf Hampir Tembus 70%

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 24 April 2019 - 14:32 WIB
Real Count Sementara di Jatim, Suara Jokowi-Ma'ruf Hampir Tembus 70%

Ilustrasi TPS Pemilu 2019. (Foto: Antara)

SURABAYA, iNews.id – Suara Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur (Jatim), jauh meninggalkan Prabowo-Sandi. Berdasarkan data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) per 24 April 2019, pasangan nomor urut 01 unggul sementara dengan persentase suara 69,31 persen sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 30,69 persen.

Berdasarkan data penghitungan suara (Situng) KPU, kemenangan Jokowi-Ma’ruf ini merata di 30 kabupaten/kota lebih. Ini terutama di kantong-kantong PDIP, seperti Blitar, Surabaya, Banyuwangi, serta beberapa kawasan Pantura. Sementara Prabowo-Sandi unggul di wilayah Pacitan, Probolinggo serta empat wilayah di kawasan Madura.

Data ini masih akan terus berubah. Sebab, data real count KPU ini baru sekitar 19,1 persen yang masuk. Kendati demikian, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur optimistis hasil real count sementara KPU Jatim ini tidak akan banyak berubah hingga finalisasi rekapitulasi 4 Mei nanti.

Real count KPU ini memberi gambaran bahwa Jokowi-Ma’ruf menang di Jatim. Bahkan, selisihnya sangat tinggi. Kami yakin perolehan suara paslon 01 bisa tembus 70 persen,” kata Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Rabu (24/4/2019).

BACA JUGA:

Jokowi Yakini Dapat Suara Minimal 70 Persen di Jatim pada Pilpres

Sosok Gus Dur Diklaim Penentu Kemenangan Jokowi di Jatim

Mahfud mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari 260.000 saksi di 130.000 TPS di seluruh Jatim, Jokowi hanya kalah di empat wilayah. Di antaranya di Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Pacitan.

Machfud mengatakan, kekalahan Jokowi-Ma’ruf di empat wilayah tersebut karena memang keempatnya basis Prabowo-Sandi. Di luar itu, masyarakat di empat wilayah tersebut juga diduga termakan hoax atau berita bohong yang menyudutkan Jokowi-Ma’ruf.

“Madura contohnya. Di sana basis Prabowo. Tetapi, secara umum, selisih di Madura angkanya tidak lagi setinggi pada 2014 lalu. Saat itu, Pak Prabowo menang rata-rata 70 persen. Tahun ini selisihnya lebih tipis,” katanya.

Tak hanya itu, jumlah daerah yang kalah di Jatim menurutnya juga berkurang drastis dibanding Pilpres 2014. Saat itu, tercatat 14 daerah yang kalah. “Ini bukti bahwa masyarakat Jawa Timur sudah merasakan dan memanfaatkan program pembangunan Jokowi,” katanya.


Editor : Maria Christina