Remaja Hilang 2 Hari di Gunung Argopuro Ditemukan, Kondisi Linglung dan Melantur

Bambang Sugiarto ยท Selasa, 10 September 2019 - 18:12 WIB
Remaja Hilang 2 Hari di Gunung Argopuro Ditemukan, Kondisi Linglung dan Melantur

Basarnas Jember saat menyerahkan remaja yang hilang ke Mapolsek Sukorambi, Selasa (10/9/2019). (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id – Mohamad Nur Hafifi (16) remaja yang hilang selama dua hari di lereng Gunung Argopuro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya ditemukan. Kondisinya lemas dan linglung, serta bicara melantur.

Penemuan korban hilang ini setelah Basarnas dan petugas gabungan menyisir kawasan lereng Argopura selama dua hari. Awalnya korban dilaporkan hilang pada Minggu (8/9/2019) dan ditemukan Selasa (10/9/2019).

“Korban kami temukan di kawasan kebun kopi dalam kondisi lemas di daerah Pondok Gedong,” ujar Jefri, salah satu anggota Basarnas Jember.


Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke Mapolsek Sukorambi untuk diserahkan kepada petugas. Selanjutnya korban dikembalikan kepada kedua orangtuanya.

Imam Turyono, ayah Hafifi mengatakan, anaknya memang berpamitan dengan kedua temannya Hendra dan Wildan untuk berburu ayam hutan di lereng Gunung Argopuro. Dia awalnya merasa aneh karena Hafifi tak pernah sekalipun ikut berburu.

BACA JUGA: Remaja 16 Tahun Hilang 2 Hari usai Berburu di Kaki Gunung Argopuro Jember

Kendati demikian, dia kini merasa lega karena anaknya telah ditemukan dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Hal ini menurutnya menjadi hal yang paling utama.

“Kami dengar anak kami ditemukan dari petunjuk sandal. Petugas mendapati ada sandalnya dan memanggil-manggil Hafifi di kebun kopi. Tak lama dia keluar dari dalam kebun tanpa mengenakan baju,” kata Imam.

Menurutnya, korban kelelahan hingga mungkin berhalusinasi. Namun Hafifi sudah didoakan agar dapat kembali normal seperti sedia kala.

Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiyono mengungkapkan, penemuan dan penyelamatan korban hilang di Gunung Argopuro merupakan kerja sama dengan tim Basarnas. Kasus ini murni anak hilang dan tidak ada unsur kriminal.

“Dugaan sementara korban tersesat. Memang bicaranya agak melantur, mungkin karena faktor kelelahan. Kami juga akan bawa ke rumah sakit untuk cek kondisi kesehatannya,” tuturnya.

Pengakuan Hafifi, selama dua hari hilang dalam hutan, dia mengaku berada di tengah keramaian, seperti dalam pasar malam. Dia bahkan mengaku bertarung dengan sekelompok orang bersama teman-temannya. Selain itu, dia juga diberi uang dengan jumlah yang sangat banyak, serta menyantap berbagai makanan lezat.


Editor : Donald Karouw