Residivis di Pasuruan Perkosa Anak Kandung dengan Ancaman Tak Beri Restu saat Menikah

Saif Hajarani ยท Kamis, 14 November 2019 - 02:00 WIB
Residivis di Pasuruan Perkosa Anak Kandung dengan Ancaman Tak Beri Restu saat Menikah

Konferensi pers terkait kasus pemerkosaan ayah terhadap anaknya di Malang, Jawa Timur. (Foto: iNews.id/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id - Seorang residivis kasus pencurian dengan senjata tajam di Pasuruan, Jawa Timur memperkosa anak gadisnya. Dalam melakukan aksinya, pelaku mengancam melakukan kekerasan dan tidak akan memberi restu jika kelak anaknya menikah.

Abdul Jalil (42), warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan harus berurusan dengan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Malang karena dilaporkan telah menyetubuhi anak kandungnya. Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kelakuan bejat bapaknya kepada orang tua pelaku atau kakek korban.

Keluarga lalu menindaklanjuti cerita korban dengan melaporkan pelaku ke polisi. Korban merupakan anak kedua dari istri pertama pelaku yang kini sudah bercerai.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan sejak keluar dari penjara dari 2018, korban tinggal bersama pelaku dan istri barunya.

BACA JUGA: Ayah di Bangka Tengah Perkosa Anak Kandung 8 Tahun, sejak Istrinya Meninggal

“Korban pertama kali diperkosa di Kawasan Wisata Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Malang, Rabu (13/11/2019).

Di hadapan petugas, pelaku mengaku sedikitnya sudah melakukan pemerkosaan sebanyak sembilan kali dalam dua tahun terakhir sejak anaknya berumur 14 tahun. Korban diperkosa di Kawasan Wisata Tretes sebanyak lima kali.

Pelaku juga memperkosa korban di rumah sebanyak dua kali saat istrinya sedang tidur. Sisanya, aksi bejat ini dilakukan di losmen di kawasan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

BACA JUGA: Ayah di Jeneponto Perkosa Anak Kandung Berulang Kali saat Istrinya Tak di Rumah

Terakhir, pelaku berencana akan kembali memperkosa korban di sebuah losmen di Kecamatan Lawang. Saat itulah residivis yang sudah tiga kali dipenjara ini ditangkap polisi.

“Pelaku mengancam akan memukuli korban dan tak memberikan restu menikah bila korban tak menuruti kemauannya, karena dia wali nikah anaknya yang sah,” kata Tiksnarto .

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 dan 82 no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah