Ribuan Ubur-ubur Penuhi Pantai Situbondo, Aktivitas Nelayan Terganggu

Riski Amirul Ahmad ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 18:11 WIB
Ribuan Ubur-ubur Penuhi Pantai Situbondo, Aktivitas Nelayan Terganggu

Nelayan menangkap ubur-ubur yang memenuhi Pantai Jangkar, Situbondo, Jatim, Kamis (6/12/2018). (Foto-foto: iNews/Riski Amirul Ahmad)

SITUBONDO, iNews.id – Ribuan ubur-ubur memenuhi Pelabuhan Penyeberangan dan Dermaga Perikanan Nelayan Jangkar Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Hampir seluruh bibir pantai dipenuhi ubur-ubur beraneka warna dan jenis, Kamis (6/12/2018). Akibatnya, aktivitas nelayan terganggu.

Menurut para nelayan, serangan ribuan ubur-ubur yang memenuhi pelabuhan dan dermaga perikanan nelayan Kecamatan Jangkar Situbondo sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui pasti penyeban munculnya fenomena tersebut. Ubur-ubur sebesar telapak tangan manusia dewasa ini terus memenuhi pantai dan membuat pantai berubah menjadi putih dan biru.

Nelayan menangkap ubur-ubur yang memenuhi Pantai Jangkar Situbondo. 


Sejumlah nelayan pun terganggu beraktivitas. Para nelayan yang hendak menurunkan ikan tangkapan harus terlebih dahulu membersihkan ubur-ubur dari jalur pekerja yang menuju perahu. Mereka harus menangkap dan membuang satu per satu ubur-ubur ke pinggir pantai agar tidak disengat saat melintas.

 

Aktivitas nelayan terganggu karena ribuan ubur-ubur memenuhi Pantai Jangkar Situbondo.


Para nelayan mengatakan, sejak muncul pekan lalu, dari hari ke hari jumlah ubur-ubur terus meningkat tajam. Binatang laut tak bertulang belakang itu bahkan menutupi sebagian besar perairan pantai sejauh 1 kilometer (km). Akibatnya, jumlah tangkapan ikan pun berkurang.

“Ubur-ubur itu mengganggu sekali, bikin gatal dan hasil tangkapan ikan kami juga berkurang. Di tengah juga lebih banyak ubur-ubur. Nggak tahu ada apa ini. Baru kali ini seperti ini,” kata nelayan, Kukuh.


Ubur-ubur yang ditangkap nelayan memenuhi tepi Pantai Jangkar Situbondo.

Sedikitnya terdapat empat jenis ubur-ubur yang berada di pelabuhan, yaitu ubur-ubur coklat, putih, biru, dan hijau. Ubur-ubur coklat dan biru diakui nelayan paling gatal jika menyengat.

Sementara Kepala Pelabuhan Jangkar Tri Wahyono membenarkan, sudah sepekan terakhir ini terjadi fenomena ubur-ubur memenuhi pantai. Kondisi ini baru kali ini terjadi. 

“Banyak sekali ubur-ubur, mungkin baru kali ini terjadi. Memang aktivitas pelayaran tidak terganggu, tapi masyarakat nelayan yang sangat terganggu dengan keberadaan ribuan ubur-ubur ini,” katanya.


Editor : Maria Christina