Risma Siapkan Rusun di Penjaringan untuk Korban Kebakaran Margorukun

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 22:01 WIB
Risma Siapkan Rusun di Penjaringan untuk Korban Kebakaran Margorukun

Petugas pemadam kebakaran bersama warga bahu-membahu memadamkan api yang membakar belasan rumah di Jalan Margo Rukun Gang Lebar, Kelurahan Gundi, Kota Surabaya, Jatim, Rabu (10/7/2019). (Foto: iNews/Sony Hermawan)

SURABAYA, iNews.id – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merekomendasikan para korban kebakaran di Margorukun untuk tinggal di rumah susun (Rusun).

Kebijakan itu dibuat mengingat mereka kehilangan tempat tinggal pascakebakaran. Begitu juga dengan harta benda mereka. “Sekang masih didata. Mereka yang mau (pindah), kami siapkan rusun di Penjaringan,” kata Risma seusai menemui korban kebakaran Margorukun di Kampung Ilmu Jalan Semarang, Surabaya, Rabu (10/7/2019).

Risma mengatakan, rencana ini perlu disosialisasikan karena biasanya tidak semuanya ingin tinggal di rusun. “Harus dibicarakan dulu. Sebab ada yang mau, ada yang tidak. Mereka juga harus bicara dulu dengan orang tua atau keluarga,” katanya.

BACA JUGA: 15 Rumah Terbakar di Margo Rukun Surabaya, Api Diduga dari Ledakan Kompor Gas

Pastinya, lanjut Risma, Pemkot Surabaya akan menfasilitasi kebutuhan para korban, termasuk juga memberikan bantuan untuk perbaikan rumah. Risma berjanji akan membantu para korban kebakaran semampunya. “Karena ini sebagian tanahnya bukan tanah KAI, jadi kami akan bantu semampu kami,” ujarnya.

Risma menjamin, Pemkot Surabaya akan mengucurkan dana melalui program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK). “Hasil yang didata dari tanah milik perorangan, nanti kami bantu menggunakan APBD untuk yang terimbas,” ucapnya.

Namun, Risma belum bisa memastikan berapa total anggaran yang disipakan untuk bantuan tersebut. Sebab, pemkot harus menghitung dulu jumlah kebutuhan maupun persedian keuangan.

Diketahui 15 rumah di Jalan Margorukung Gg Lebar, RT II/3, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, ludes terbakar pagi tadi. Tidak ada korban akibat peristiwa itu, namun, puluhan keluarga kehilangan tempat tinggalnya.


Editor : Kastolani Marzuki