Sebut Indonesia dalam Ancaman, PBNU: Ma'ruf Amin Tetap Jabat Rais Aam

Ihya' Ulumuddin · Selasa, 14 Agustus 2018 - 14:36 WIB
Sebut Indonesia dalam Ancaman, PBNU: Ma'ruf Amin Tetap Jabat Rais Aam

Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Desakan sejumlah elemen Nahdlatul Ulama (NU) agar calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mundur dari jabatan Rais Aam PBNU tampaknya sulit terealisasi. Sebab, selama ini tidak ada aturan di organisasi NU mengenai hal tersebut.

Alasan lain, dalam sejarah NU tidak pernah ada pergantian Rais Aam. Kecuali memang yang bersangkutan berhalangan tetap (meninggal dunia). Hal ini karena Rais Aam merupakan jabatan tertinggi dan terhormat sehingga tak seorang pun di strukturan NU yang berani ‘mengusik’.

“Tradisi penghormatan itu berjalan sampai saat ini. Rais Aam ini sakral jadi tak mungkin orang berani mendesak untuk mundur. Lain lagi kalau memang Kiai Ma’ruf yang menginginkan untuk mundur,” kata Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh, seusai acara Work Shop Pengelolaan Sumber Daya Air di Surabaya, Selasa (14/8/2018).


BACA JUGA:

PAN Dukung Prabowo-Sandi, Jokowi Segera Copot Menteri Asman Abnur

Tiba di PBNU, Maruf Amin Hanya Tersenyum


Kendati demikian, pembahasan mengenai posisi Kiai Ma’ruf di PBNU tetap berjalan. Akan tetapi, sejauh mana proses itu berlangsung, Imam tidak bisa memastikannya. Sebab, di luar persoalan posisi Kiai Ma’ruf, masih ada hal lain yang lebih utama, yakni menyelamatkan bangsa Indonesia.

“Di NU ada istilah Takdimu Al-ham Min Al-muhim (mendahulukan yang terpenting dari yang penting). Dan itu (terpenting) yakni keselamatan bangsa ini. NU wajib berpikir komperhensif. Sebab hari ini Indonesia mengalami krisis. Indonesia dalam ancaman dalam dan luar negeri. Karena itu, sosok Kiai Ma’ruf harus tampil,” ujarnya.

Imam mengakui NU memang bukan partai politik (parpol) sehingga sebagai lembaga tidak mungkin berpolitik. Tetapi, sebagai jemaah, NU merupakan kekuatan politik. Maka keputusan PBNU sebagai Jemaah, wajib hukumnya mendukung Kiain Ma’ruf Amin.

Dia mengurai, apa yang dilakukan PBNU bersama Kiai Ma’ruf saat ini bagian dalam rangka membangun narasi kebangsaan. Bukan narasi politik (kekuasaan). Semua dilakukan karena PBNU menilai Indonesia dalam bahaya.


Editor : Donald Karouw