Sebut Pemilu 2019 Memilukan, Sandi: Saya Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 21:57 WIB
Sebut Pemilu 2019 Memilukan, Sandi: Saya Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

Cawapres Sandiaga Uno berorasi di hadapan pendukungnya di Kantor BPP Jawa Timur, Surabaya, Rabu (15/5/2019). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 02 Sandiaga Uno menyebut Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi paling memilukan. Selain karena banyak panitia penyelenggara meninggal, dia menilai pemilu kali ini juga kental aroma kecurangan. Dia pun menegaskan akan turun berjuang bersama rakyat agar hasil pemilu jujur dan adil.

”Saya akan terus mendampingi dan mendukung Pak Prabowo. Saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” kata Sandi saat menyampaikan orasi politik dalam acara Temu Pendukung di Kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Sandi mengatakan, dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, lebih dari 600 petugas penyelenggara pemilu wafat. Selain itu, lebih dari 3.000 orang lainnya dirawat.

“Sejarah akan mencatat. Inilah Pemilu paling memilukan dan paling mematikan,” katanya.


BACA JUGA: Tuding Pemilu Curang, Puluhan Pendukung Prabowo-Sandi Demo di Bawaslu Jatim


Sandi juga menyebut Pemilu 2019 menjadi pemilu dengan aroma politik uang yang sangat tajam. Bahkan, Sandi membeberkan ada orang penting di tim kampanye nasional (TKN) pasangan calon 01 tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena politik uang.

“Dari Jawa Tengah dan Jawa Timur kita mendengar banyak cerita bagaimana gelombang tsunami amplop politik uang memasuki rumah-rumah warga. Dikawal oleh aparat pemerintah, bahkan aparat keamanan,” katanya.

Atas semua itu, Sandi berharap kepada semua pihak untuk jujur mengakui bahwa praktik-praktik kotor tersebut memang terjadi di banyak tempat.

“Di hari sesudah pencoblosan, kita disuguhi parade hitung cepat dari lembaga-lembaga survei yang merangkap sebagai konsultan paslon tertentu. Suatu praktik yang sangat nyata mengandung unsur conflict of interest,” katanya.

Tak hanya itu, Sandi juga menyebut ada banyak kisah tentang daftar pemilih tetap (DPT) siluman, hingga izin kampanye yang dipersulit. “Semua kisah tersebut menyempurnakan daftar cacat dan kecurangan, yang kita alami sejak persiapan awal, masa kampanye, saat pencoblosan, hingga penghitungan suara,” katanya.

Atas semua catatan buruk proses demokrasi tersebut, Sandi meminta kepada pendukung untuk tidak diam. Dia mengajak semua bangkit melawan.

“Haruskah kita diam dan mendiamkan? Tidak. Kita tidak boleh diam. Kita tidak boleh mendiamkan keadaan ini,” kata Sandi disambut pekik takbir ratusan pendukung.

Untuk diketahui, acara yang dikemas dengan buka bersama ini dihadiri ratusan relawan pendukung Prabowo-Sandi di seluruh Jawa Timur. Sementara di jajaran petinggi BPN tampak mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Ketua BPP Jatim Supriyatno serta sejumlah kiai dan tokoh masyarakat.


Editor : Maria Christina