Sidak Terminal Bus, Khofifah Pastikan Moda Transportasi Mudik Aman

Ihya' Ulumuddin · Kamis, 30 Mei 2019 - 16:43 WIB
Sidak Terminal Bus, Khofifah Pastikan Moda Transportasi Mudik Aman

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyapa para pemudik jalur darat di Terminal Purabaya Bungurasih, Kamis (30/5/2019). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan seluruh moda transportasi darat untuk angkutan mudik Lebaran di provinsi ini aman.

Seluruh armada baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) telah memenuhi standar kelaikan.

“Sejauh ini tidak ada masalah. Semua terprediksi dengan baik. Beberapa hari lalu, para sopir juga sudah dilakukan tes urine, untuk memastikan tidak ada pengaruh narkoba. Mudah-mudahan tidak ada masalah,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa seusai meninjau arus mudik di Terminal Purabaya Bungurasih, Kamis (30/5/2019).

Khofifah mengatakan, seluruh kesiapan angkutan Lebaran sudah disimulasikan. Mulai dari kesiapan armada, hingga layanan kesehatan. Hasilnya, semua dalam kondisi baik.

“Tadi saya juga lihat posko pengaduan. Sampai hari ini belum ada pengaduan tentang tindak kriminal. Mudah-mudahan sampai arus balik nanti, zero kriminal,” katanya.

BACA JUGA: Mudik Lebaran Pakai Transportasi Umum, Ini 5 Tips dari YLKI

Khofifah mengatakan, semua pihak saat ini telah bekerja untuk memastikan penumpang terlayani dengan baik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin mengatakan, semua persiapan untuk arus mudik Lebaran 2019 tidak ada masalah. Sejak beberapa hari lalu, pihaknya berkeliling ke sejumlah daerah untuk mengecek kondisi angkutan.

“Hasil evaluasi kami, hanya 3 persen dari total armada bus yang tidak memenuhi standart kelaikan. Tetapi, para pemilik telah direkomendasikan untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, belum ada lonjakan penumpang hingga H-7 Lebaran. Seluruh armada bus dari berbagai trayek masih terpantau normal. Menurut Khofifah, puncak arus mudik diperkirkan baru akan terjadi pada H-3 Lebaran nanti.

“Kemarin itu justru lebih kecil daripada animo masyarakat pada H-7 tahun lalu. Karena sangat mungkin di 1 Juni mungkin anak-anak yang sekolah masih upacara, ASN masih upacara. Sangat mungkin kenaikannya pada hari Minggu,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki