Sidang Eksepsi, Kuasa Hukum Ahmad Dhani Sebut Dakwaan JPU Keliru

Ihya' Ulumuddin ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 13:01 WIB
Sidang Eksepsi, Kuasa Hukum Ahmad Dhani Sebut Dakwaan JPU Keliru

Terdakwa kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/2/2019). (Koran Sindo/Ali Masduki)

SURABAYA, iNews.id - Kuasa Hukum musisi Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) keliru atas dakwaan terhadap kliennya. Dia menganggap dakwaan cacat hukum karena tidak memenuhi unsur sebagaimana diatur dalam KUHAP.  

Keberatan ini disampaikan Aldwin dalam eksepsi di persidangan kedua di Pengadilan Negeri (PN)  Surabaya, Selasa (12/2/2019). Eksepsi dibacakan kuasa hukum Ahmad Dhani secara bergantian selama sekitar 30 menit dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim R Anton Widyopriyono.

“Dakwaan saudara jaksa itu keliru karena perkara pencemaran nama baik, harus dilaporkan oleh korban. Yang melaporkan juga harus orang, bukan organisasi,” kata Aldwin Rahardian.

BACA JUGA:

Sidang Ahmad Dhani Ricuh, Pengacara dan Pendukung Marah pada Jaksa

Keluar Rutan Medaeng Menuju PN Surabaya, Ahmad Dhani Salam 2 Jari

Karena itu, Aldwin menilai laporan Bela NKRI ke polisi tidak sah dan tidak dapat dilakukan penuntutan. “Hal ini sejalan dengan apa yang telah diajarkan oleh Profesor Yahya Harahap dalam bukunya, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP,” katanya.
 
Dalam eksepsi juga disebutkan,  terdapat syarat formil yang tidak terpenuhi di surat dakwaan. Di antaranya, ditemukan bahwa surat dakwaan tersebut tidak diberikan tanggal, hanya tertulis Surabaya Januari 2019.

Padahal, pemberian tanggal pada surat dakwaan kata Aldwin, diatur secara tegas dalam ketentuan pasal 143 ayat 2 KUHAP. “Jika syarat formil tidak terpenuhi, maka dakwaan bisa batal,” katanya.

Seperti diketahui, musisi Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim atas dugaan kasus pencemaran nama baik pada Kamis (18/10/2018). Penetapan tersangka ini dilakukan setelah suami Mulan Jameela itu dilaporkan Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim karena dinilai melakukan ujaran kebencian.

Dhani menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata “idiot” di lobi Hotel Majapahit Surabaya pada Minggu (26/8/2018) silam.


Editor : Maria Christina