Sikapi People Power, Polri dan TNI Akan Sweeping Massa Bersenjata Tajam 

Ihya' Ulumuddin · Sabtu, 18 Mei 2019 - 02:10 WIB
Sikapi People Power, Polri dan TNI Akan Sweeping Massa Bersenjata Tajam 

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. (Foto: Dok.iNews.id)

SURABAYA, INews.id - Aparat TNI-Polri akan melakukan penjagaan ketat di kawasan perbatasan. Sweeping juga akan dilakukan terhadap massa bersenjata tajam yang akan bertolak ke Jakarta dalam rangka people power 22 Mei. 

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, menyikapi gerakan massa yang akan bertolak ke Jakarta. Menurut Luki tindakan tegas perlu diambil terhadap segala potensi yang bisa memicu kerusuhan dan perpecahan.  

"Di wilayah-wilayah perbatasan akan kami jaga. Kalau sampai ada yang membawa senjata tajam, kita pasti akan lakukan sweeping dan kami akan lakukan tindakan tegas," katanya, Jumat (17/5/2019). 

BACA JUGA:

Pastikan Warga NU Tak Ikut People Power, PWNU Jatim Ajak Tebarkan Kedamaian

Kapolda dan Gubernur Jatim Imbau Warga Tak ke Jakarta Ikut People Power

Kendati demikian, kata Kapolda, upaya persuasif tetap akan dikedepankan. Sejak beberapa hari ini misalnya, Polda Jatim bersama TNI dan Pemprov Jatim melakukan pendekatan kepada para tokoh agama dan pimpinan ormas di Jatim untuk mencegah upaya-upaya inkonstitusional tersebut. 

"Kita lakukan tahapan-tahapan sesuai SOP. Kita menghimbau kepada tokoh-tokoh masyarakat. Dari pemerintah setempat. Semua akan kita libatkan," katanya. 

Luki juga mengingatkan kepada semua pihak untuk menjaga kesucian Ramadan, dengan tidak membuat tindakan yang mengganggu masyarakat. 

"Isu people power, dapat berpotensi menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Maka kami mengimbau masyarakat untuk menfilter segala informasi dan ajakan yang provokatif," ujarnya. 

Luki mengatakan, gerakan mobilisasi massa merupakan gerakan inkonstitusional. Momen tersebut sengaja dibuat oleh sebagian pihak yang ingin menjadikan negara tidak kondusif. "Ini (gerakan massa) berbahaya. Sebab, bisa memecah persatuan bangsa," katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki