Siswa SMA di Kota Batu Dibekuk Polisi karena Perkosa Siswi SMP

Deni Irwansyah ยท Senin, 11 November 2019 - 20:16 WIB
Siswa SMA di Kota Batu Dibekuk Polisi karena Perkosa Siswi SMP

Kapolres Kota Batu, AKBP Harviadhi saat konferensi pers terkait kasus pemerkosaan oleh siswa SMA terhadap siswi SMP di Kota Malang, Senin (11/11/2019). (Foto: iNews.id/Deni Irwansyah)

BATU, iNews.id – Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Malang, Jawa Timur ditangkap polisi lantaran memerkosa siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keduanya berkenalan di media sosial Facebook dan berlanjut kopi darat.

Yusron Fuadi (18) ditangkap usai orang tua siswi berinisial KI (16) melaporkannya ke polisi atas tindakan pemerkosaan. Di hadapan petugas, pelaku mengaku memerkosa korban sebanyak dua kali di sebuah vila di Kota Batu.

Pelaku mengaku tertarik dengan korban lantaran melihat foto-fotonya di media sosial Facebook. Keduanya lantas berkenalan dan pelaku melancarkan bujuk rayuan untuk korban.

Dengan bermodalkan sepeda motor gaul, pelaku mengajak korban keliling kota untuk makan malam. Pelaku kemudian menginapkan korban di sebuah vila di Kota Batu.

BACA JUGA: Kronologi Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Siswi SMP di Rokan Hilir, 2 Pelaku Sempat Nyabu

Berbekal kata rayuan sayang dan siap menjalin hubungan serius serta bertanggung jawab, pelaku memerkosa korban sebanyak dua kali dalam satu malam.

“Saya bilang saya suka sama kamu dan mau bertanggung jawab,” kata pelaku di Polres Kota Batu, Jawa Timur, Senin (11/11/2019).

Polisi yang menerima laporan dari orang tua korban langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Di depan petugas, pelaku tidak bisa mengelak dan langsung mengakui perbuatannya.

Menurut Kapolres Kota Batu, AKBP Harviadhi mengatakan pelaku pada malam kejadian, pelaku membujuk rayu korban agar mau melakukan hubungan badan.

BACA JUGA: Kronologi Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Calon Mahasiswi oleh Sopir di Ternate

“Pelaku mengatakan serius dan siap bertanggung jawab dan dari pengakuan korban, hubungan itu dilakukan sebanyak dua kali,” kata Harviadhi.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut karena tidak menutup kemungkinan adanya korban-korban lain. Barang bukti berupa satu unit sepeda motor, pakaian luar dan pakaian dalam korban serta satu unit handphone disita polisi.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.


Editor : Umaya Khusniah