Suami Jual Istri di Pasuruan, Motifnya Terdesak Kebutuhan Ekonomi

Jaka Samudra ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 13:09 WIB
Suami Jual Istri di Pasuruan, Motifnya Terdesak Kebutuhan Ekonomi

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus seks threesome. (Foto: iNews.id/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id - Polisi telah mendalami sejumlah fakta baru dalam kasus suami menjual istrinya di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). Korban mengaku awalnya sempat menolak ajakan suami untuk menjalani bisnis prostitusi online.

Saat diperiksa, korban RA (34), istri dari pelaku ASA (36), mengaku sudah tahu praktik prostitusi yang dijalankan suaminya, dan dia sebagai pekerja seks komersial (PSK).

"Yang mengajak suami saya. Saya menolak awalnya," ujar dia kepada penyidik Polres Pasuruan, Rabu (10/7/2019).

RA mengaku telah menikah dengan ASA sejak tahun 2007 dan sudah dikaruniai dua orang anak. Sehari-hari, suaminya bekerja sebagai tukang servis AC, sementara dia hanya ibu rumah tangga. Inilah alasan mereka membutuhkan tambahan pemasukan.

Korban mengatakan, pendapatan yang diterima suaminya per bulan tak mencukupi. Apalagi mereka menghidupi dua orang anak, sehingga butuh kerjaan sampingan.

BACA JUGA: Jual Istri Rp3 Juta untuk Seks Threesome, Pria di Pasuruan Ditangkap

"Memang karena kebutuhan ekonomi, jadi saya menuruti saja tanpa paksaan," ujarnya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima Yogantara mengatakan, kasus penjualan istri ini menjadi inisiatif dari pelaku, ASA. Dia kemudian mengunggah di media sosial Facebook untuk memasarkan istrinya seharga Rp3 juta.

Uang hasil transaksi tersebut, sekitar Rp900 ribu dipakai ASA untuk membayar sewa villa di kawasan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

"Hingga kini penyidik masih mendalami kasus ini. Karena pelaku mengaku baru pertama kali melakukannya," kata Putu.

ASA kini terancam Undang-Undang Perdagangan Manusia dengan ancaman 15 tahun penjara. Prostitusi ini menurut pengakuan pelaku, sudah berlangsung dua kali.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal