Surabaya Menggugat, Viral Video Risma: Jangan Sakiti Warga Saya, Suara Rakyat Suara Tuhan

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 26 September 2019 - 13:57 WIB
Surabaya Menggugat, Viral Video Risma: Jangan Sakiti Warga Saya, Suara Rakyat Suara Tuhan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Menjelang demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di depan DPRD Jawa Timur (Jatim), Kamis (26/9/2019) siang ini, video Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini viral di media sosial. Dalam video yang ramai dibagikan dalam postingan bertagar Surabaya Menggugat itu, Risma meminta agar warganya tidak disakiti.

Dalam video viral berdurasi 31 detik itu, Risma yang berbicara dalam sebuah forum mengingatkan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan yang dalam bahasa Latin disebut Vox populi, vox dei. Artinya, suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi. Dia mengingatkan agar warganya yang bersuara tidak disakiti.

“Jangan menyakiti warga saya. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Ada pepatah mengatakan begitu,” kata Risma.

“Saya mencintai warga saya, tolong jangan sakiti mereka. Tolong jangan berusaha bermain-main. Kalau pun toh saya tidak tahu, pasti Tuhan juga akan membalas itu semua lewat tangan orang lain.”

BACA JUGA:

Demo Surabaya, Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah kepada Ribuan Demonstran

Begini Aksi Simpatik Pasukan Asmaul Husna kepada Mahasiswa yang Kepanasan jelang Demo Surabaya

Dari pantauan iNews.id, video ini viral di media sosial Twitter sejak Kamis pagi, menyusul hashtag #SurabayaMenggugat yang juga menjadi trending topic sejak pagi. Namun, lokasi dan kapan orang nomor satu itu menyampaikan kata-katanya, belum diketahui.

Video ini menjadi viral menyusul aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung Kamis siang ini. Diperkirakan sekitar 5.000 orang akan turun ke jalan mengusung aksi Surabaya Menggugat. Massa terdiri atas mahasiswa, pelajar, warga, dan dari sejumlah ormas.

Massa akan menyampaikan sejumlah tuntutan berupa penolakan beberapa rancangan undang-undang, antara lain RUU KUHP, Undang-Undang Pertanahan, UU Permasyarakatan, dan Ketenagakerjaan. Selain itu, massa juga mendesak pembatalan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Undang-Undang Sumber Daya Air serta beberapa tuntutan lainnya.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan sebelumnya mengatakan, Polisi akan mengedepankan pendekatan persuasif untuk menjaga situasi kondusif saat pengamanan demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jatim.

Karena itu, Polda Jatim memastikan tidak ada penggunaan senjata berbahaya pada pengamanan demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah di provinsi itu. Polisi tidak akan menggunakan peluru karet, apalagi peluru tajam saat pengamanan.

“Kami semua ingin unjuk rasa berjalan aman dan tertib. Karena itu, tidak ada peluru karet atau peluru tajam. Jadi silakan adik-adik mahasiswa menyuarakan aspirasinya dengan tertib,” katanya.

Berdasarkan pantauan iNews sejak Kamis pagi, para polisi sudah berjaga-jaga. Kamis siang, sejumlah polisi menunjukkan aksi humanis kepada para peserta aksi yang kepanasan di tengah Jalan Indrapura, depan Gedung DPRD Jatim.

Saat itulah beberapa anggota polisi bersurban datang dan memberikan air minum. “Ini biar gak dehidrasi. Sedikit-sedikit ya, dibagi,” kata salah seorang anggota sambil menyodorkan beberapa botol air mineral.


Editor : Maria Christina