Sutradara dan Pemain Drama Surabaya Membara Gelar Doa dan Tabur Bunga

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 12 November 2018 - 23:33 WIB
Sutradara dan Pemain Drama Surabaya Membara Gelar Doa dan Tabur Bunga

Ketua DKJT Taufik Monyong berdoa bersama sutradara dan pemain drama kolosal Surabaya Membara, Senin (12/11/2018) petang. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Puluhan siswa-siswi SMA/SMK se-Kota Surabaya menggelar doa dan tabur bunga di bawah viaduck Jalan Pahlawan, Senin (12/11/2018). Acara ini digelar sebagai wujud empati sekaligus mengirim doa bagi arwah para korban dalam tragedi maut drama kolosal Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018) malam lalu.

Doa bersama dipimpin Mustaqim, aktivis seni Surabaya didampingi Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Taufik Monyong, dan sutradara drama kolosal Surabaya Membara, Bambang Purwanto.

Usai memanjatkan doa bersama, puluhan siswa dan siswi SMA/SMK yang sebagian besar ikut menjadi pemain drama kolosal Surabaya Membara melakukan tabur bunga tepat di bawah viaduck Jalan Pahlawan.

"Hari ini, kami berkumpul mendoakan arwah para korban meninggal. Kami juga memohon doa keselamatan bagi korban luka yang saat ini masih dirawat di beberapa rumah sakit," katanya.

"Kebetulan, salah satu korban yang dirawat di rumah sakit orang tua dari pemain drama kolosal Jumat lalu. Beliau mengalami patah leher dan tulang punggung. Mudah-mudahan para korban cepat sembuh," kata Taufk diamini puluhan siswa.

Nadila Putri, siswi SMK Satya Widya Surabaya mengaku sedih dan prihatin atas tragedi Jumat malam itu. Apalagi, teman sekolahnya juga ikut menjadi korban.

"Bagus Ananda salah satu korban meninggal dunia itu teman kami. Jadi kami ingin mendoakan supaya amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," kata remaja yang mengaku baru kali pertama ikut menjadi pemain dalam drama kolosal Surabaya Membara.

BACA JUGA:

3 Orang Jatuh dari Viaduck saat Nonton Drama Surabaya Membara, 1 Tewas

3 Tewas dan 16 Luka Insiden Surabaya Membara, Begini Penjelasan Pemkot

Kendati demikian, dia berharap pementasan drama kolosal Surabaya Membara dalam peringatan Hari Pahlawan tetap digelar tahun depan. Syaratnya dengan pengamanan yang lebih baik.

"Terus terang kegiatan ini manfaatnya bagi generasi muda sangat besar daripada hanya sekedar parade juang. Tapi sayang pemerintah seolah kurang mendukung," pungkas Nadila Putri.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, siswa-siswi SMA/SMK di Surabaya yang ikut hadir berasal dari SMK Negeri 7 Surabaya, SMA Muhammadiyah Surabaya, SMK KAL 1 Surabaya, SMK KAL 2 Surabaya, SMK Farmasi Surabaya dan SMA Pringadi Surabaya serta masih banyak lagi.


Editor : Kastolani Marzuki