Tak Mau Dievakuasi, Korban Gempa Dirawat di Tenda Darurat

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 17:54 WIB
Tak Mau Dievakuasi, Korban Gempa Dirawat di Tenda Darurat

Gubernur Jatim Soekarwo dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat meninjau lokasi gempa di Pulau Sapudi Sumenep, Kamis (11/10/2018). (Foto: Istimewa)

SUMENEP, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dibantu TNI dan Polri terpaksa membangun tenda klinik untuk merawat korban luka akibat gempa di Sumenep. Para korban terpaksa dirawat di dalam tenda darurat karena menolak dievakuasi ke rumah sakit.

Siang tadi, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, TNI dan Polri mendirikan sejumlah tenda untuk penangan korban. Baik untuk lokasi penganan medis maupun tempat tinggal sementara bagi warga yang takut tinggal di rumah.

“Semua dirawat di tempat. Perawatan ringan, operasi dan bedah tulang dilakukan di tempat. Mereka tidak mau dibawa ke Sumenep. Sehingga harus tenda klinik,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo seusai meninjau lokasi pascagempa, Kamis (11/10/2018).

BACA JUGA:

Soekarwo Langsung Terbang dengan Heli ke Sumenep Pantau Korban Gempa

Update Korban Gempa Situbondo, 26 Orang Luka dan 246 Rumah Rusak

Gempa Rusak Sejumlah Rumah dan Fasilitas Umum di Jembrana Bali


Karena itu, sejumlah tim medis juga telah disiagakan di lokasi. Masing-masing dari Pemprov dan Polda Jatim serta Kodam V Brawijaya. “Ada dokter bedah dan dokter umum. Mereka dibantu sejumlah tim medis untuk penanganan,” katanya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman menambahkan, untuk membantu penanganan, pihaknya memberangkatkan dua orang dokter dan delapan orang tim medis. Mereka akan berkoordinasi dengan tim BPBD Provinsi dan Polda Jatim.  

Di luar itu, pihaknya juga memberangkatkan 30 personil zipur. Selain untuk memperbaiki rumah rusak, mereka juga bertugas melakukan pendataan dan menghitung kebutuhan anggaran. “Tugas mereka mendata dan membuat kalkulasi. Nanti biayanya dari pemerintah provinsi,” ucapnya.

Untuk diketahui, gempa bumi dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB. Tiga orang dilaporkan tewas sementara puluhan lainnya luka-luka dalam musibah ini. Selain itu, 246 rumah rusak parah dan sedang.


Editor : Himas Puspito Putra