Tangis Haru Warnai Kedatangan Shalfa Avrila Sani, Atlet Senam yang Gagal Ikut SEA Games

Afnan Subagio ยท Sabtu, 30 November 2019 - 17:01 WIB
Tangis Haru Warnai Kedatangan Shalfa Avrila Sani, Atlet Senam yang Gagal Ikut SEA Games

Atlet senam SEA Games yang dipulangkan karena isu keperawanan, Shalfa Avrila Sania bersama sang ibu Ayu Kurniawati di rumahnya di Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (30/11/2019). (Foto: iNews/Afnan Subagio)

KEDIRI, iNews.id – Atlet senam SEA Games yang dipulangkan karena isu keperawanan, Shalfa Avrila Sania, akhirnya pulang ke rumahnya di Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (30/11/2019). Tangis haru mewarnai perjumpaannya dengan sang ibu di rumah mereka di kawasan Lirboyo.

Shalfa meminta maaf kepada sang ibu setelah dirinya gagal membela Timnas senam Indonesia di SEA Games 2019. Shalfa tampak masih bersedih setelah dirinya dipulangkan ke Indonesia. Berkali-kali dia menangis dan memeluk sang ibunda, Ayu Kurniawati.

Shalfa mengakui dirinya memang terkadang indisipliner saat tinggal di mess atlet di Kabupaten Gresik. Dia pun sudah mendapat teguran dan menerima hukuman konsekuensi yang berlaku.

“Saya juga mengakui kesalahan saya. Nilai saya bisa turun karena saya cuma main dua alat, katanya itu buat persiapan SEA Games, buat jaga kondisi, itu disarankan. Padahal itu berpengaruh pada nilai,” katanya.

 

BACA JUGA:

Dituduh Tak Perawan, Atlet Senam SEA Games 2019 asal Kediri Dipulangkan Paksa

Profil Shalfa Avrila Siani, Atlet Senam SEA Games yang Dipulangkan karena Dituduh Tak Perawan

 

Namun, dia terkejut saat isu keperawanan diikutsertakan dalam pemulangannya dari kontingen Timnas senam SEA Games 2019. Meski mengakui dirinya terkadang indisipliner, Shalfa merasa tidak terima dengan tuduhan isu dirinya tidak perawan yang disebut diembuskan sang pelatih.

“Katanya udah dites, udah enggak virgin. Tapi itu sebenarnya tidak ada tes, belum ada tes. Saya ga bisa belain diri saya,” kata Shalfa Avrila Sania.

Hingga kini, Shalfa merasa terpukul dan malu, meskipun hasil tes di Rumah Sakit Bhayangkara tidak membenarkan isu tersebut. Dia juga merasa malu untuk kembali bersekolah gara-gara isu keperawanan tersebut. “Saya malu mau sekolah, kayak putus asa gitu,” ujarnya

Sementara itu, rencana pertemuan keluarga atlet dengan pihak Pemerintah Kota Kediri batal karena pihak pemerintah kota ada kegiatan lainnya.

 

BACA JUGA: Kabar Atlet Senam SEA Games Dipulangkan karena Tidak Perawan, Ini Tanggapan Kemenpora

 

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebelumnya buka suara terkait kabar pemulangan atlet senam asal Kediri, Shalfa Avrila Siani dari Pelatnas Indonesia. Menurut laporan sementara, Shalfa dicoret bukan karena status keperawanan, melainkan penampilannya yang tidak sesuai dengan harapan.

“Tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia). Yang benar, atlet tersebut indisipliner dan kurang fokus, jadi berdampak pada prestasinya yang menurun, sehingga diputuskan tidak disertakan di SEA Games 2019. Dia digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi,” kata Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, Jumat (29/11/2019).

Meski begitu, Kemenpora akan terus melakukan penyelidikan. Jika benar ada yang melenceng, Kemenpora tidak segan memberi hukuman karena Kemenpora cukup prihatin dengan kejadian tersebut.

“Jika memang pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan, maka kami akan tindak tegas. Karena selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga tidak ada hubungannya dengan prestasi,” tuturnya.

Gatot berharap kejadian ini tidak memengaruhi persiapan atlet lain yang akan tampil di cabang olahraga senam. Secara keseluruhan, dia ingin kontingen Indonesia tampil maksimal di SEA Games 2019.


Editor : Maria Christina