Terlilit Utang Pinjaman Online, Karyawan Pabrik di Sidoarjo Nekat Mencuri

Pramono Putra ยท Kamis, 20 Juni 2019 - 16:10 WIB
Terlilit Utang Pinjaman Online, Karyawan Pabrik di Sidoarjo Nekat Mencuri

Pelaku SR yang diamankan beserta barang bukti. Dia mengaku nekat mencuri karena terlilit utang pinjaman online. (Foto: iNews/Pramono)

SIDOARJO, iNews.id – Seorang karyawan salah satu pabrik ternama di Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, harus berurusan dengan hukum. Dia nekat mencuri hasil produksi perusahaan tempatnya bekerja demi membayar utang pinjaman online yang melilitnya.

Informasi yang dirangkum iNews, identitas pelaku bernama SR (45) warga Jetis, Mojokerto. Dia digelandang ke Mapolsek Tarik setelah kedapatan mencuri ribuan lembar kertas amplop dari dalam pabrik tempat kerjanya.

Dengan wajah malu dan pasrah, SR hanya bisa menunduk dan menyesali perbuatannya. Dia mengaku nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya butuh uang untuk kebutuhan keluarga. Gaji saya gak cukup karena saya juga punya banyak utang pinjaman online,” ujar pelaku SR di Mapolsek Tarik, Kamis (20/6/2019).

BACA JUGA: Tukang Pijat di Kabupaten Deliserdang Tewas Dibunuh Pelanggan

Aksi pencurian ini bukan baru pertama kali dilakukan. Pengakuan SR, dia sudah delapan kali mencuri barang produksi di pabrik tempatnya bekerja. Dalam sekali melancarkan aksinya, dia bisa memeroleh keuntungan Rp5 juta dari hasil menjual kembali ribuan amplop tersebut.

Modus yang digunakan SR yakni dengan menyelipkan kertas amplop tersebut dalam celana dalamnya. Aksi ini awalnya berjalan mulus dan selalu lolos dari pengawasan petugas keamanan pabrik hingga akhirnya terbongkar. Di mana selama bekerja, SR total telah mencuri 12 karton besar amplop yang ditaksir bernilai puluhan juta rupiah.

"Saya tidak sendirian, tapi dibantu rekan kerja saya. kami sama-sama bertugas di bagian gudang penyimpanan," katanya.

Untuk kepentingan penyelidikan, pelaku SR beserta sejumlah barang bukti diamankan di Mapolsek Tarik. Dia terancam hukuman pidana penjara atas kejahatan yang telah dilakukannya.


Editor : Donald Karouw