Tersandung 2 Kasus, Musisi Ahmad Dhani Dibikin Sibuk Polda Jatim

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 22 Oktober 2018 - 15:23 WIB
Tersandung 2 Kasus, Musisi Ahmad Dhani Dibikin Sibuk Polda Jatim

Musisi Ahmad Dhani. (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id - Musisi Ahmad Dhani 'dibikin sibuk' penyidik Polda Jatim.  Belum selesai kasus tersangka pencemaran nama baik, Dhani kini harus menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan Rp200 juta di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Selasa (23/10/2018) besok, Dhani akan dipanggil atas kasus ini. 

"Besok adalah pemanggilan pertama saudara Ahmad Dhani dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Sebab pada pemanggilan sebelumnya dia tidak hadir," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (22/10/2018).

Barung mengatakan, pemanggilan pentolan grup band Dewa 19 tersebut masih dalam kapasitas sebagai saksi. Pihaknya akan dimintai keterangan perihal utang Rp200 juta terhadap penguasaha untuk keperluan membangun villa di Kota Batu. "Mestinya hari ini. Tetapi minta penundaan besok Selasa. Kapasitasnya masih sebagai saksi," ucapnya.

Bila hadir, besar kemungkinan Dhani akan mejalani dua pemeriksaan sekaligus. Pertama sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan di Ditreskrimum. Kedua, sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik di Ditreskrimsus. Sebab, Selasa (23/10/2018) adalah batas akhir bagi Dhani memenuhi panggilan penyidik sebelum dijemput paksa. 

Atas kemungkinan itu (dua pemeriksaan sekaligus), Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera tidak bisa memastikan. Hanya, dia membenarkan bahwa ada dua kasus berbeda yang kali ini dihadapi Ahmad Dhani di Polda Jatim.  

BACA JUGA:

Dhani Minta Penundaan, Polisi: Memangnya Negara ini Milik Individu

Ahmad Dhani Resmi Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik

Penyidik Cyber Crime Polda Jatim Ancam Jemput Paksa Musisi Ahmad Dhani



Seperti diberitakan, Ahmad Dhani dilaporkan Zaini Ilyas melalui pengacara Arif Fathoni pada 28 September 2018. Laporan ini dibuat karena tidak ada itikad baik dari Ahmad Dhani untuk melunasi utang sebesar Rp200 juta. 

Sebagaimana disampaikan Fathoni, bahwa kliennya, Zaini Ilyas meminjamkan uang sebesar Rp 400 juta yang ditransfer ke rekening Ahmad Dhani. Pemberian dana segar itu dilakukan dua tahap. Pertama, pada 5 Mei 2016, kemudian transfer kedua pada 12 Mei 2016. Masing-masing Rp 200 juta.

"Dhani berjanji akan melunasinya sebulan setelah peminjaman. Namun, tidak ada realisasi pelunasan hingga September 2016. Klien saya terus menagih mulai September hingga November. Tapi tidak ada kejelasan. Alasannya Dhani, belum dibayar oleh Singosari," katanya.

Setelah ditagih, barulah Dhani mengembalikan uang sebesar Rp 200 juta. Uang tersebut dibayarkan melalui cek yang dikirimkan oleh orang Ahmad Dhani kepada kliennya. Sementara sisanya belum juga dikembalikan oleh pihak Ahmad Dhani.

"Karena tak kunjung dibayar, klien saya dua kali melayangkan somasi. Masing-masing pada 10 Oktober 2017 dan 3 November 2017. Ini dilakukan karena tak ada kejelasan atas pelunasan utang itu," katanya.

Nah, baru pada somasi kedua itulah, Ahmad Dhani memberikan jawaban. Pada 9 November 2017, melalui Law Firm KR&CO, Ahmad Dhani mengakui kekurangan peminjaman utang. Dhani juga menyanggupi akan mencicil kekurangannya sebesar Rp10juta/bulan. Tetapi, lagi-lagi janji itu diingkari. Sampai saat ini, cicilan Rp10 juta/bulan tak kunjung dibayarkan.


Editor : Himas Puspito Putra