Terungkap, Surono yang Dikubur di Musala Ternyata Dibunuh Istrinya dan Anak Kandung

Bambang Sugiarto, Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 07 November 2019 - 13:48 WIB
Terungkap, Surono yang Dikubur di Musala Ternyata Dibunuh Istrinya dan Anak Kandung

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menanyai salah satu tersangka saat konferensi pers penetapan dua tersangka pembunuhan Surono di Mapolres Jember, Jatim, Kamis (7/11/2019). (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id – Teka-teki pembunuhan Surono yang jasadnya dikubur di lantai musala rumahnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), terungkap. Pelaku ternyata sang istri Busani dan anak laki-lakinya Bahar, yang telah ditetapkan tersangka.

Kedua pelaku sebelumnya sempat saling tuduh sebagai pembunuh Surono di rumahnya, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Bahar menyebut suami siri ibunya yang membunuh sang bapak, setelah itu dia menuduh sang ibu sebagai pelaku. Sementara Busani juga menyebutkan Bahar yang membunuh Surono.

Namun, polisi akhirnya mendapatkan titik terang setelah menyelidiki kasus pembunuhan, selama beberapa hari. Kedua pelaku langsung digelandang ke Kantor Polres Jember. Polisi sebelumnya juga telah menyita barang bukti seperti linggis, alat penerangan, dan cangkul.

“Satreskrim Polres Jember bersama Polsek Ledokombo berhasil mengungkap teka-teki pembunuhan S. Setelah proses penyelidikan atas beberapa saksi, ternyata pelaku pembunuhan adalah istri sendiri dan anaknya,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat konferensi pers di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019).

 

BACA JUGA:

Jasad Dikubur di Bawah Musala, Psikiater Akan Periksa Kejiwaan Istri dan Anak Surono

Jasad Dikubur di Bawah Musala, Polisi Sebut Pelaku Mengarah pada Ibu dan Anak Surono

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ibu dan anak itu melakukan pembunuhan berencana. Motifnya dendam akibat persoalan asmara dan ingin menguasai harta korban. Keduanya lalu bersekongkol membunuh Surono pada bulan Maret 2019 lalu.

“Kejadian tersebut pada malam hari, dimungkinkan pada pukul 12 malam atau dini hari. Pembunuhan dilakukan dengan linggis. Linggis itu panjangnya 65 sentimeter dengan diameter 4 sentimeter dan berat 10 kurang lebih kilogram. Barang bukti tersebut ada pada jasad korban,” kata Alfian.

Alfian mengatakan, dari hasil autopsi, korban dipastikan tewas karena pukulan benda tumpul berupa linggis. “Matinya korban karena kekerasan benda tumpul yaitu sebuah linggis. Kami ukur dengan diameter, sama dengan perkenaan di bagian kepala, tepatnya hancur di pipi, tulang sebelah kiri dengan rahang atas yang juga hancur,” katanya.

“Riwayat korban S ini sakit pernapasan atau sesak dada sehingga dimungkinkan pada saat pendarahan yang hebat, darah masuk ke pernapasan, mengalir ke paru-paru, hingga meninggal dunia,” katanya.

Hasil autopsi ini diperkuat dengan keterangan dari delapan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Semuanya menunjukkan korelasi. Selain linggis, polisi telah menyita head lamp yang digunakan pelaku untuk penerangan selama keduanya menguburkan jasad Surono, setelah dibunuh.

“Jadi eksekusi dilakukan dengan linggis dibantu penerangan dengan head lamp. Fungsinya untuk penerangan. Sebelum kejadia ibu B, mematikan lampu, lalu anaknya melakukan eksekusi,” kata Alfian.

Alfian Nurrizal mengatakan, atas perbuatan mereka, ulahnya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara.


Editor : Maria Christina