Tinggal Sebatang Kara, Nenek 80 Tahun di Tuban Tewas Tragis di Tangan Perampok

Pipiet Wibawanto ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 10:20 WIB
Tinggal Sebatang Kara, Nenek 80 Tahun di Tuban Tewas Tragis di Tangan Perampok

ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istimewa)

TUBAN, iNews.id – Nenek Banirah yang telah berusia 80 tahun menjadi korban kesadisan perampok yang menyatroni rumahnya. Dia tewas di atas ranjang tempat tidur dengan bekas tanda aniaya benda tumpul di bagian wajah. Sejumlah barang berharga dan perhiasan miliknya pun raib.

Informasi yang dihimpun iNews, peristiwa perampokan disertai pembunuhan ini terjadi di Desa Tunggul Rejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Rabu (15/5/2019) malam. Korban merupakan seorang nenek yang hidup sebatang kara.

Almarhumah diketahui tak memiliki anak dan telah bercerai dari suaminya. Selama ini dia tinggal sendirian dan dirawat keponakannya Sulastri, yang tinggal bersebelahan rumah.

Sulastri pula yang pertama kali menemukan Nenek Banirah. Awalnya, Sulastri merasa curiga karena neneknya tak kunjung terlihat di dalam rumah. Saat dicek, dia menemukan Nenek Banirah telah meninggal di kamar mantan suaminya.

BACA JUGA: Pelaku Mutilasi Perempuan di Malang Ditangkap, Motif Masih Misteri

Dia merasa ada kejanggalan karena ada bekas aniaya dan hilangnya sejumlah barang berharga. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Singgahan hingga menghebohkan warga sekitar.

Hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), Tim Inafis Satreskrim Polres Tuban menemukan luka di pipi dan pelipis kanan. Ditengarai korban meninggal dunia karena dibunuh dengan pukulan benda tumpul. Selain itu, pintu belakang rumah juga tampak terbuka.

“Pas saya cek sudah dalam kondisi meninggal. Ada beberapa barang-barang hilang,” ujar Sulastri, saksi sekaligus keponakan korban.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, jenazahnya dibawa di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesma Tuban. Polisi juga telah mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kasusnya masih kami selidiki. Dugaan almarhumah menjadi korban perampokan disertai dengan kekerasan yang menyebabkan kematian,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Mustijad Priyambodo.


Editor : Donald Karouw