Tipu Perusahaan Rp400 Juta, Polisi Tangkap Pemilik Travel di Surabaya

Nursyafii ยท Jumat, 21 Juni 2019 - 09:56 WIB
Tipu Perusahaan Rp400 Juta, Polisi Tangkap Pemilik Travel di Surabaya

Polisi menangkap pemilik travel di Surabaya yang diduga telah menipu 2 perusahaan sehingga merugi Rp400 juta. (Foto: iNews/Nursyafii).

SURABAYA, iNews.id - Seorang pemilik agen travel tour di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) diamankan polisi setelah diduga menipu dua perusahaan. Akibat ulah tersangka, korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp400 juta.

Pelaku, SB (39), warga hanya bisa pasrah setelah dirinya diamankan unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Modus yang dilakukan terhadap para korban yakni dengan menawarkan paket tour dari kantor travel yang dikelolanya.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengatakan, aksi penipuan ini dilakukan setelah kedua korban membayar uang DP atau tanda jadi untuk kegiatan rekreasi di Bali pada Oktober 2018.

"Tapi, tersangka malah memakai uang itu untuk membayar utang. Sedangkan agenda rekreasi ke Bali, batal diberangkatkan oleh pihak travel," kata dia kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Jatim, Jumat (21/6/2019).

BACA JUGA: Modus Serius Menikah, Pemuda di Sleman Bawa Kabur Motor Korban

Setelah itu, akhirnya korban meminta uangnya kembali. Lantaran tidak pernah direspons tersangka, pemilik agen travel tersebut lalu dilaporkan ke polisi. Awalnya tersangka berhasil kabur, namun petugas mengejarnya dan berhasil ditangkap.

Bersama SB, polisi juga menyita barang bukti lainnya, seperti berkas-berkas pendaftaran korban di agen travel, copy percakapan antara korban dan pelaku dan nomor rekening bank milik pelaku.

"Akibat penipuan ini, para korban mengalami kerugian sebesar Rp400 juta," katanya.

Tersangka SB mengatakan, uang DP korban memang dipakai untuk membayar utang. Jadi sistemnya seperti gali dan tutup lubang. Terkait tour korban ke Bali, katanya, dia sudah berusaha menjalankan agenda korban, tapi dananya tidak cukup.

"Saya berusaha juga mencari kerja untuk menutupi kekurangan pakai uang gajinya. Tapi belum juga dapat pekerjaan baru tersebut," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal