Tolak Digusur, Pedagang Pasar di Ponorogo Bentrok dengan Petugas

Ahmad Subekhi ยท Senin, 21 Januari 2019 - 13:02 WIB
Tolak Digusur, Pedagang Pasar di Ponorogo Bentrok dengan Petugas

Petugas Satpol PP Kabupaten Ponorogo mengamankan seorang pedagang Pasar Eks Stasiun yang menolak kiosnya digusur Senin (21/1/2019). (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.id - Kericuhan terjadi antara ratusan pedagang Pasar Eks Stasiun dibantu sejumlah mahasiswa dengan Satpol PP dan polisi, di Ponorogo, Jawa Timur, Senin (21/1/2019) siang. Massa yang berusaha menghadang alat berat yang hendak menggusur bangunan pasar dihalang-halangi aparat yang berjaga. Sejumlah pedagang dan mahasiswa diamankan petugas dalam bentrokan ini.

Sejak pagi tadi, ratusan massa berusaha menghadang alat berat yang hendak masuk ke kawasan Pasar Eks Stasiun Ponorogo. Massa berusaha menguasai alat berat, namun dihalau petugas Satpol PP. Aksi saling dorong dan baku pukul terjadi antara Satpol PP dan massa pedagang.

Sejumlah mahasiswa yang ikut dalam aksi ini, diamankan. Beberapa ibu-ibu pedagang yang bertahan, juga diamankan dan diangkat beramai-ramai oleh petugas Satpol PP. Pascapenangkapan itu, perlawanan pedagang dan mahasiswa berakhir. Petugas pun berhasil membongkar bangunan Pasar Stasiun Ponorogo.


Sejumlah pedagang kecewa dengan pembongkaran ini. Sebab selama ini pedagang hanya berjualan dan menyewa lahan kepada PT KAI. Namun tiba-tiba Pemkab Ponorogo melakukan pembongkaran bangunan.

“Saya tidak mau dipindah, karena saya tidak punya tempat di sana. Kalau di sini saya punya tempat. Saya jual ayam sementara anak saya jual sayuran,” kata salah seorang pedagang, Sutini, di lokasi pasar, Senin (21/1/2019).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Ponorogo, Suprianto mengaku, penggusuran ini atas perintah Bupati Ponorogo. “Setelah ini saya akan laporkan ke pimpinan, dalam hal ini, Bupati Ponorogo, bahwa tugas telah dilaksanakan. Jadi kegiatan ini melibatkan tim dari berbagai instansi. Tidak hanya Satpol PP,” kata Suprianto.

Kawasan Eks Stasiun Ponorogo ini telah menjadi pasar sejak tahun 2002. Pedagang menyewa lahan ke PT Kereta Api Indonesia sebagai pemilik asset. Sampai saat ini, sekitar 500 pedagang, menempati kawasan tersebut. Namun sejak tahun 2018, Pemkab berencana menggusur kawasan tersebut, tapi terus ditolak oleh pedagang. Hingga akhirnya pada hari ini, para pedagang digusur paksa oleh pemerintah.


Editor : Himas Puspito Putra