Tolak Tambang Emas di Jember, Ratusan Warga Hadang Mobil Investor

Bambang Sugiarto ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 16:26 WIB
Tolak Tambang Emas di Jember, Ratusan Warga Hadang Mobil Investor

Ratusan warga menghadang rombongan investor dari China dan Dinas ESDM Pemkot Surabaya Jember, Jatim, Rabu (5/12/2018). (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id – Ratusan warga menghadang mobil investor asal China dan petugas dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkot Surabaya saat hendak melakukan survei di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Rabu (5/12/2018). Warga geram karena mendapat informasi investor tersebut akan membuka penambangan emas di area Blok Silo.

Akibat dihadang warga, mobil rombongan investor tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang akan disurvei. Ratusan warga menghambat mereka sehingga tidak bisa bergerak maju.

Warga Silo dan Jember meminta rombongan hengkang dari Kecamatan Silo. Mereka menegaskan menolak aktivitas pertambangan di Blok Silo Jember karena dinilai akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan warga setempat.


BACA JUGA: Tolak Tambang, 6 Anak di Bawah Umur di Pemalang Diperiksa Polisi


Tak ingin ada aksi anarkistis, Polres Jember bersama jajarannya menuju Silo. Polisi langsung menghalau warga untuk tidak melakukan aksi kekerasan terhadap investor yang datang.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kusworo Wibowo yang turun langsung ke lokasi meminta kepada warga agar membiarkan polisi mengamankan rombongan investor China dan dari Dinas ESDM Pemkot Surabaya bersama kendaraannya.

“Bapak dan ibu sekalian, kami akan membawa mobil ini sebagai barang bukti ke Polres Jember, tolong berikan ruangan agar kami bisa membawanya. Silakan dikasih jalan. Orangnya juga dibawa ke Polres Jember,” katanya.

Kapolres juga memastikan kepada warga, investor tersebut tidak akan kembali ke Kecamatan Silo Jember. Namun, dia juga mengajak warga bekerja sama dengan polisi agar mereka bisa mengamankan kendaraan investor tersebut ke Mapolres Jember.

“Sebagaimana kesepakatan kita, saya tahu bapak dan ibu tidak mau ada penambangan di sini. Oleh karena itu, saya minta tolong, saya berterima kasih kepada bapak dan ibu, agar kendaraan ini kami bawa ke Polres Jember. Saya wanti-wanti, tidak akan kembali lagi mereka ke sini. Sekarang tolong dibuka ruangnya. Ada saya yang jaga bapak dan ibu semua,” paparnya.

Warga sempat menolak dan meminta agar polisi meminta keterangan dari para investor di lokasi tersebut. Namun, setelah polisi memberikan pemahaman, akhirnya mereka memberikan jalan kepada polisi untuk membawa tiga investor bersama petugas dari Dinas ESDM Surabaya dari lokasi kerumunan massa. Dengan dikawal anggota Shabara menggunakan truk dan mobil, rombongan kemudian berhasil diselamatkan dari Kecamatan Silo.

Menurut Darmanto, petugas dari Dinas ESDM Pemkot Surabaya, tujuannya ke Silo untuk mengantarkan tiga warga China dalam rangka survei lokasi. Rencananya, di kawasan itu akan dibuka pertambangan emas.

Namun, jika memang masyarakat setempat menolak kehadiran investor dan aktivitas pertambangan, Darmanto mengaku akan melaporkan permasalahan ini ke atasannya.

“Saya ditugaskan kepala dinas untuk mengantarkan tamu investor ke lokasi. Karena kondisi lapangan seperti itu, nanti saya laporkan ke kepala dinas,” kata Darmanto.


Editor : Maria Christina