Tragedi Surabaya Membara, Soekarwo: Jangan Cari Salah Benar

Ihya' Ulumuddin ยท Sabtu, 10 November 2018 - 09:00 WIB
Tragedi Surabaya Membara, Soekarwo: Jangan Cari Salah Benar

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Beragam komentar miring atas insiden tewasnya penonton pada pertunjukan drama kolosal "Surabaya Membara" ditanggapi bijak oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini meminta semua pihak tidak saling tuding, mencari siapa yang salah dalam tragedi maut tersebut. 

"Jangan mempersoalkan siapa yang bersalah. Ini kecelakaan. Harus kita urus secara kemanusiaan," kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, Sabtu (10/11/2018). 

Pakde Karwo mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, Pemprov Jatim memang ikut membantu kegiatan yang diinisiasi oleh para seniman Jatim tersebut. Namun, untuk tahun ini, kebetulan pemprov tidak memberikan bantuan.

"Biasanya memang kerjasama. Tetapi sementara ini tidak ada. Tapi bukan itu masalahnya. Yang pasti kami terima kasih, dalam memeriahkan Hari Pahlawan 10 November. Ini partisipasi masyarakat," katanya.



Pakde Karwo juga memastikan bahwa panitia sudah memberitahu dan melarang masyarakat menonton dari atas viaduck. Kendati demikian, Pakde meminta agar semua pihak mencari salah dan benar dalam tragedi ini. 

BACA JUGA:

Tragedi Surabaya Membara Menuai Kecaman, Siapa Bertanggung Jawab?

Ini Identitas 16 Korban Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara

Kronologi Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara yang Tewaskan 3 Orang


Yang pasti, kata Pakde Karwo, pihaknya akan ikut membantu. Memberikan santuanan kemanusiaan bagi korban meninggal, serta membiayai perawatan korban luka. 

"Sekali lagi, bukan salah dan benar. Tapi pendekatannya kemanusiaan. Kami berikan santunan Rp 10 juta untuk korban yang meninggal dunia dan yang sakit akan dirawat. Biaya akan sepenuhnya ditanggung pemprov," ujarnya. 

Seperti diberitakan, pada pertunjukan drama kolosal "Surabaya Membara" tadi malam, sejumlah penonton yang naik di atas viaduck terjatuh. Tiga orang tewas dan belasan luka dalam tragedi ini. 

Nahas ini terjadi saat kereta api KRD dari Sidoarjo-Pasar Turi melintas. Penonton yang terjebak di atas viaduck lantas panik dan terjatuh dari ketinggian kurang lebih lima meter. Tak hanya itu, satu penonton juga terlindas roda kereta dan tewas mengenaskan. 

Drama kolosal "Surabaya Membara" sendiri digelar dalam rangka memeringati hari Pahlawan 10 November. Drama yang diinisiasi seniman (bukan pemprov Jatim) ini, menampilkan heroisme arek-arek Suroboyo saat bertempur melawan sekutu. Agenda ini digelar setiap tahun dengan melibatkan ratusan aktor dan aktris teater, pelajar dan seniman.


Editor : Himas Puspito Putra