Tuding Pemilu Curang, Puluhan Pendukung Prabowo-Sandi Demo di Bawaslu Jatim

Ihya' Ulumuddin · Rabu, 15 Mei 2019 - 16:38 WIB
Tuding Pemilu Curang, Puluhan Pendukung Prabowo-Sandi Demo di Bawaslu Jatim

Puluhan orang pendukung Prabowo-Sandi mendatangi Kantor Bawaslu Jatim di Jalan Tanggulangin, Surabaya, Rabu (15/5/2019). (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Puluhan pendukung Pasangan Calon Presiden –Calon Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berunjuk rasa di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur (Jatim) di Jalan Tanggulangin, Surabaya, Rabu (15/5/2019). Massa yang mengatasnamakan Ratu Adil ini menuding banyak kecurangan dalam proses Pemilu 2019 dan meminta penyelenggara Pemilu bertindak adil.

Sejumlah elemen ikut dalam aksi ini. Mereka antara lain Front Pembela Islam (FPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), serta sejumlah tokoh partai pendukung Prabowo-Sandi.

Massa yang didominasi ibu-ibu datang sekitar pukul 13.00 WIB dan menggelar orasi di depan kantor Bawaslu Jatim. Mereka berunjuk rasa lebih dari satu jam sebelum akhirnya perwakilan massa menemui komisioner Bawaslu untuk menyampaikan tututan.

“Hari ini kami datang menuntut keeadilan. Sebab, ada banyak kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019,” kata salah seorang peserta aksi.

BACA JUGA:

Ahli Hukum Tata Negara: Tuduhan Kecurangan Pilpres Harus Diuji di MK

Prabowo Tolak Hasil Pilpres karena Kecurangan, KPU: Silakan Saja Dilaporkan

Massa menyampaikan sembilan tuntutan kepada Bawaslu terkait hasil Pemilu 17 April lalu, terutama Pemilu Presiden. Tuntutan tersebut di antaranya, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan proses rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 dan mendiskualifikasi salah satu pasangan calon presiden.

Massa juga menuntut audit investigatif terhadap KPU atas pelaksanaan Pemilu yang mereka nilai amburadul. Selanjutnya, mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) atas kematian petugas Pemilu dan membentuk panitia khusus (pansus) kecurangan Pemilu 2019. Kemudian, usut keterlibatan aparatur sipil negara (ASN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan aparat penegak hukum yang berpolitik.

“Ada kecurangan di hampir seluruh wilayah pada Pemilu lalu. Ini harus diungkap. Kami ada bukti semuanya. Karena itu, siapa pun yang terbukti bermain curang, harus didiskualifikasi. Saya tidak menyebut siapa dia. Tetapi tahu sendirilah,” kata Koordinator Aksi Moch Sufi Syafii, Rabu (15/5/2019).

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Jatim Totok Hariono mengatakan, aduan indikasi kecurangan Pemilu sebenarnya sudah ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota. Namun, dia tetap mempersilakan bila ada bukti-bukti baru atas dugaan kecurangan tersebut.

“Kalau memang ada bukti silakan saja. Namun, perlu diingat bahwa ada batas waktunya,” katanya.


Editor : Maria Christina