Uang Palsu Rp2,5 Miliar Nyaris Beredar, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

Antara, Sony Hermawan ยท Selasa, 27 Maret 2018 - 19:41 WIB
Uang Palsu Rp2,5 Miliar Nyaris Beredar, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

Polisi saat gelar perkara dan tunjukkan barang bukti uang palsu di Mapolrestabes Surabaya. (Foto: iNews/Sony Hermawan)

SURABAYA, iNews.id – Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap sindikat jaringan pengedar uang palsu (upal) senilai lebih dari Rp2,5 miliar. Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan 11 tersangka beserta barang bukti upal dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Singapura.

Informasi yang dihimpun iNews, kasus peredaran upal ini bermula dari adanya informasi masyarakat akan terjadinya transaksi di depan SPBU Kedurus, Karangpilang, Surabaya. Petugas yang bersigap di lokasi langsung meringkus dua tersangka saat akan bertransaksi upal sebesar Rp31 juta, yang ditukar dengan uang asli Rp5 juta.

Polisi kemudian mengembangan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan 11 terduga pelaku yang semuanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Anggota kami di Kepolisian Sektor (Polsek) Karangpilang, Surabaya, menggagalkan transaksi uang palsu oleh sejumlah pelaku di depan SPBU Kedurus Surabaya, setelah mendapat informasi dari masyarakat," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (27/3/2018).

Rudi melanjutkan, sebagian besar pelaku berasal dari Jawa Timur, dua di antaranya dari Lamongan, masing-masing berinisial SH (47) dan BH (32), dua pelaku asal Jember yaitu KW (57) dan AS(38), dua pelaku asal Situbondo yakni HS (55) dan S (70).

Selain itu, dua pelaku lain berasal dari Madiun MJ (50) dan SR (49), serta masing-masing seorang pelaku asal Jombang berinisial RS (43) dan asal Ngawi berinisial SY (53). Seorang pelaku lagi diketahui sebagai ibu rumah tangga berinisial SN (35) asal Klaten, Jateng.

"Barang bukti uang palsu yang kami amankan dari masing-masing 11 tersangka totalnya adalah pecahan Rp100.000 dalam senilai Rp91,6 juta, serta pecahan 10 ribu dolar Singapura. Keseluruhannya jika dirupiahkan mencapai Rp2,5 milar," ujarnya.

Mantan Direskrimun Polda Sumatera Selatan itu menambahkan, selain 11 tersangka yang telah diamankan, pihaknya telah mengantongi dua nama pelaku lainnya yang hingga kini masih dalam pengejaran. Masing-masing berinisial ER, asal Sukoharjo, Jateng, dan  AGS yang tempat tinggalnya dinyatakan tidak tetap. Rudi memastikan keduanya telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

" Penyelidikan perkara ini masih kami kembangkan, karena 11 tersangka ini, termasuk dua lainnya yang masih DPO, semuanya berperan sebagai pengedar. Kami masih selidiki produksi upal itu serta kemungkinan uang ini telah beredar di masyarakat," tuturnya.


Editor : Donald Karouw