Ungkap 22 Persen Mahasiswa Unej Jember Terpapar Radikalisme, Ketua LP3M Dicopot

Bambang Sugiarto · Rabu, 27 November 2019 - 01:01 WIB
Ungkap 22 Persen Mahasiswa Unej Jember Terpapar Radikalisme, Ketua LP3M Dicopot

Mahasiswa Unej Jember sedang berdiskusi di ruang terbuka kampus setempat. Dari hasil penelitian LP3M, sebanyak 22 persen mahasiswa di kampus tersebut terpapar radikalisme. (Foto: iNews/Bambang)

JEMBER, iNews.id - Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej) Dr Akhmad Taufiq dicopot dari jabatannya setelah memaparkan hasil penelitian tentang pemetaan radikalisme di kalangan mahasiswa kampus tersebut.

Dari hasil penelitiannya, Akhmad Taufiq menyebutkan ada 22 persen dari 15.000 lebih mahasiswa Unej yang terpapar radikalisme.

Meski demikian, Ahmad Taufiq mengaku legawa dengan kebijakan rektorat yang mencopotnya dari ketua LP3M.

"Terkait pemberhentian saya sebagai Ketua LP3M Unej, ya tidak apa-apa dan itu sah-sah saja karena pengangkatan atau pemberhentian merupakan kewenangan dari Rektor Unej," katanya ditemui di rumahnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019).

BACA JUGA: Mahfud MD Sebut Kelompok Teroris Ubah Pola Tindakan, Kini Melibatkan Perempuan

Dia menilai pemberhentian jabatannya merupakan hal yang wajar dan kewenangan tersebut merupakan otoritas dari Rektor Unej, sehingga dia menerima keputusan itu secara legawa.

"Namun, apabila hasil studi pemetaan tentang radikalisme di kalangan mahasiswa Unej itu dikatakan informasi hoaks, maka saya tidak terima dan akan meresponnya. Itu akan menjadi masalah karena ada perlawanan dari gerakan antiradikalisme di Universitas Jember," ujarnya.

Dosen FKIP Unej itu mengaku sangat menghormati Rektor Unej Moh Hasan atas keputusan itu dan pihaknya tidak dalam rangka melawan, namun lebih mencintai lembaga karena pihaknya sebagai "tukang bersih-bersih" paham radikalisme di Kampus Unej dan tidak punya kepentingan politik apa pun.

"Saya tidak tahu apakah pemberhentian saya sebagai Ketua LP3M Unej terkait dengan pemaparan hasil penelitian tentang radikalisme itu, karena Rektor Unej tidak pernah menyampaikan hal itu," ucapnya.

Kepala Humas Unej Agung Purwanto mengatakan pemberhentian Dr Akhmad Taufiq sebagai Ketua LP3M Unej hanya masalah dinamika organisasi dan hal tersebut merupakan kewenangan Rektor Unej Moh Hasan.

"Pernyataan Ketua LP3M Unej yang menyebutkan 22 persen mahasiswa Unej terpapar radikalisme sangat berdampak pada lembaga kampus, sehingga kami perlu menyampaikan penjelasan secara detail tentang hal tersebut dan penanganan yang sudah dilakukan pihak Unej," ujarnya.

BACA JUGA: Crane Proyek Laboratorium Unej Patah Timpa Rumah Warga

Dia mengatakan, pihak kampus terus melakukan komunikasi dua arah dalam memberikan pemahaman Islam moderat ke mahasiswa, serta cara-cara persuasif yang konstruktif untuk menjalankan deradikalisasi di kampus.

"Kampus juga menggandeng lembaga pemerintah, organisasi keagamaan yang berkompeten dalam pengarusutamaan Islam moderat di kampus," katanya.

Mata kuliah umum pendidikan agama Islam di kampus yang sebelumnya menekankan pada fikih dan akidah, kini juga di kembangkan kepada cakrawala pemikiran Islam, seperti Islam dan demokrasi, dan HAM dalam perspektif Islam.


Editor : Kastolani Marzuki