Update Korban Gempa Situbondo, 26 Orang Luka dan 246 Rumah Rusak

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 17:13 WIB
Update Korban Gempa Situbondo, 26 Orang Luka dan 246 Rumah Rusak

Gubernur Jatim Soekarwo saat meninjau rumah warga korban gempa di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id -  Jumlah korban luka berat dan ringan akibat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mencapai 26 orang. Masing-masing empat orang luka berat, tiga luka sedang dan sisanya luka ringan. Mereka rata-rata mengalami patah tulang dan luka di bagian kepala dan lengan.

Sedangkan jumlah rumah rusak mencapai 246 unit. Rinciannya, 210 rumah di Kecamatan Gayam dan 36 unit rumah di Kecamatan Nung Gunung. Data ini didapat pascatinjauan lokasi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Kamis (11/10/2018).

“Ada 30 rumah yang mengalami rusak berat. Rusak sedang 80 unit, dan 100 rusak ringan. Kami sudah pahampkan kepada masyaraka, bahwa seluruh kerusakan itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” kata Soekarwo seusai mendarat di Mapolda Jatim.

BACA JUGA:

210 Rumah Warga di Pulau Sapudi Madura Rusak akibat Gempa 6,4 SR

13 Gempa Susulan Terjadi hingga Pagi Ini di Situbondo

Korban Gempa Situbondo Diminta Tak Risau, Semua Kebutuhan Ditanggung

Sebagai upaya penanganan, saat ini seluruh tim baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polda Jatim dan TNI telah bergerak ke lokasi. Selain melakukan pendataan, mereka juga mendirikan tenda darurat untuk penanganan para korban dan tempat tinggal sementara.

“Kami juga sudah bentuk tim penanganan yang sewaktu-waktu bisa bertindak ketika ada bencana susulan datang. Tim ini penting, sebab tidak ada ilmu mana pun yang tahu, kapan gempa akan terjadi,” kata Soekarwo.



Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menambahkan, pihaknya juga sudah menerjunkan 50 personel untuk pengamanan. Masing-masing terdiri atas satu peleton anggota Brimob dan Sabhara. “Selain itu ada dua dokter dan tim medis,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki