Usai Beraksi selama 11 Tahun, Peredator Anak asal Tulungagung Akhirnya Ditangkap Polisi

Ihya' Ulumuddin ยท Jumat, 29 November 2019 - 11:45 WIB
Usai Beraksi selama 11 Tahun, Peredator Anak asal Tulungagung Akhirnya Ditangkap Polisi

Polisi menangkap seorang pria pelaku pencabulan anak di Tulungagung. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id - Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap seorang pria paruh baya yang diduga kerap mencabuli anak di bawah umur. Pelaku sudah menjalankan aksinya selama 11 tahun terakhir sebelum akhirnya diamankan petugas.

Pelaku, Muanam (50), predator anak asal Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, sudah memangsa enam orang korban yang semuanya laki-laki. Perilaku cabul ini dilakukannya sejak 2008 silam.

"Korbannya ada yang remaja. Tapi, sebagian besar anak-anak. Berusia antara 4-5 tahun," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Kota Surabaya, Jumat (29/11/2019).

BACA JUGA: Guru Kontrak di Madrasah Diniyah Cabuli 6 Siswa, Modus dengan Meminta Korban Hafalan Kitab

Barung menjelaskan untuk melancarkan aksinya, pelaku ini membujuk para korban dengan iming-iming uang. Jumlah yang diberikan bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan ribu, supaya korban tak melapor ke orang lain.

Aksinya juga berbeda-beda, mulai dari meraba-raba hingga sodomi. Dia biasa mencabuli anak-anak tersebut di belakang warung kopi miliknya. Para korban sengaja dipancing datang ke sana, lalu dibujuk agar mau dicabuli pelaku.

"Awalnya, pelaku meminta nomor Whatsapp para korban. Lalu, dia mengajak korban untuk ngopi di warungnya. Dari ajakan tersebut, Muanam akhirnya meminta korban memuaskan nafsunya dengan memberi iming-iming uang," kata Dirrerskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi.

BACA JUGA: Istri Anggota TNI di Aceh Utara Nyaris Diperkosa Seorang Pemuda, Ini Penyebabnya

Pitra mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman adanya kemungkinan korban lain. Karena, dalam kasus penyimpangan seksual pada anak-anak, kebanyakan korban masih malu hingga susah untuk mengaku.

"Nanti siapa-siapa saja korbannya kita akan selidiki terus," ujarnya.

Atas tindakan ini, pelaku dijerat Undang-Undang tentang Perlindungan Anak. Kini pelaku diamankan di ruang tahanan Polda Jatim dan terancam hukuman minimal 15 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal