Viral di Medsos, Kisah Bocah Lawan Penculik di Lumajang Ternyata Bohong

Yuswantoro, Sindonews ยท Selasa, 27 Agustus 2019 - 10:00 WIB
Viral di Medsos, Kisah Bocah Lawan Penculik di Lumajang Ternyata Bohong

Pertemuan antara pihak sekolah dan kepolisian terkait kasus penculikan di Lumajang. (Foto: Sindonews).

LUMAJANG, iNews.id - Kisah seorang anak SD di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) yang berani melawan penculik dan meloloskan diri ternyata hoaks. Padahal, kabar tersebut sudah telanjur viral di media sosial (medsos).

Kasus ini berawal dari cerita seorang anak siswa kelas 4 di SDN Kepuharjo berinisial RAF kepada orang tuanya. Dia mengatakan, hampir jadi korban penculikan di area persawahan dekat Markas Yonif 527 pada Senin (26/8/2019).

RAF ketika itu mengaku sedang berjalan kaki menuju sekolah. Tiba-tiba dia dihadang tiga pria yang kemudian menyeretnya ke dalam mobil. Dia juga bercerita, sempat dipukul pada bagian kepala sebelum akhirnya meloloskan diri.

Mirisnya, saat kepala sekolah SDN Kepuharjo beserta petugas dari Polres Lumajang menelusuri kaus tersebut, ternyata cerita viral ini hanya hoaks. Bocah RAF mengarang kisah tersebut untuk alasan bolos sekolah.

Ternyata RAF tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mata pelajaran matematika. Dia takut dengan gurunya lantaran belum merampungkan tugas tersebut.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, kasus ini jangan sampai terulang lagi. Orang tua harus memberikan perhatian ke anak-anaknya agar tidak membuat kabar bohong, lalu berakhir dengan viral di medsos.

"Hal ini terjadi murni karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, sehingga sang anak dengan tidak bertanggung jawab membuat karangan cerita," kata Arsal saat dikonfirmasi wartawan di Lumajang, Jatim, Selasa (27/8/2019).

Menurut dia, sikap sang anak harus mulai diubah. Jika tidak, dia akan terbiasa suka berbohong sampai dewasa. Dia menilai, peranan orang tua dan guru mengajarkan budi pekerti baik serta kejujuran merupakan hal penting.

Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra, kasus tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Tidak ada pihak yang menuntut, karena sejauh ini di antara mereka tak ada yang merasa dirugikan dengan hoaks tersebut.

"Namun orang tua dari anak tersebut telah berjanji di depan kepala sekolah dan juga anggota Polres Lumajang untuk lebih mendidik serta siap bertanggung jawab jika hal serupa muncul di kemudian hari," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal