Viral Sepasang Kekasih Asal Blitar Berbuat Asusila sambil Live di Medsos

Robby Ridwan ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 14:48 WIB
Viral Sepasang Kekasih Asal Blitar Berbuat Asusila sambil Live di Medsos

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha saat memberikan keterangan kasus video tak senonoh sepasang kekasih yang viral di medsos. (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id – Jagat maya geger dengan video sepasang kekasih yang sedang berbuat asusila. Bahkan rekaman itu ditayangkan secara langsung di media sosial (medsos) melalui fitur live dan bisa ditonton banyak orang.

Informasi yang diperoleh iNews, rekaman video pendek itu dilakukan dua muda mudi asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim). Mereka yakni YSP (23) dan sang kekasihnya SRS (18), yang masih di bawah umur.

Polisi pun bergerak cepat dengan menangkap pemeran pria karena dianggap telah meresahkan. Dia diamankan saat berada di rumahnya, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha mengatakan, pengakuan pelaku, video asusila ini dibuat sebagai bukti keseriusan dan komitmen cinta mereka. Pelaku saat ini sudah ditahan untuk kepentingan penyelidikan.

BACA JUGA: Viral Video Freestyler Nyungsep ke Kolam Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo

“Mereka mengungkapkannya dengan cara yang salah. Karena membuktikan ke masyarakat dengan mempertontonkan imajinasi mereka dalam hal persetubuhan dan asusila,” ujar Kapolres, Kamis (16/5/2019).

Sementara pelaku YSP mengaku telah menyesali perbuatannya. Dia tak menyadari hal tersebut membuatnya kini harus berurusan dengan hukum.

“Motivasi saya untuk menjadikan video ini sebagai barang bukti cinta kami. Saya kan mau kerja di Malang. Dia juga mau kerja. Takutnya nanti antara kami ada yang selingkuh, makanya kami buat video itu,” kata pelaku YSP.

Diketahui, video pendek berdurasi 59 detik itu kini telah viral di medsos. Bahkan sewaktu live, sedikitnya ada 28 orang yang menonton perbuatan tak senonoh mereka.

Atas perbuatannya, pelaku YSP dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik dengan ancaman 15 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw