Viral Water Barrier di Tol Pandaan-Malang Bergerak Sendiri, Ini Kata PT Jasa Marga

Ihya' Ulumuddin · Selasa, 29 Oktober 2019 - 17:17 WIB
Viral Water Barrier di Tol Pandaan-Malang Bergerak Sendiri, Ini Kata PT Jasa Marga

Water barrier yang bergerak sendiri di ruas jalan tol KM 65 Pandaan-Malang viral media sosial. (Foto: Istimewa)

PASURUAN, iNews.id – Video water barrier yang bergerak sendiri di ruas Jalan Tol KM 65 Pandaan-Malang viral media sosial. Dalam video berdurasi 27 detik itu, dua unit material berwarna oranye sebagai blokade jalan itu tiba-tiba bergerak sendiri ke tengah jalan.

Semula tidak ada yang aneh dalam rekaman CCTV tersebut. Sejumlah water barrier terpasang berjajar di sisi kiri. Demikian juga dengan kondisi lalu lintas malam malam itu. Kondisinya normal. Beberapa kendaraan juga melintas seperti biasanya.

Namun, saat jalanan lengang, tiba-tiba satu water barrier bergerak perlahan dengan sedikit memutar ke arah tengah. Tak lama kemudian, satu lagi juga terlihat bergerak sendiri dengan pergerakan yang nyaris sama, memutar.

Unggahan video ini pun mengundang perhatian para netizen. Berbagai komentar muncul. Apalagi, pada video tersebut juga dilengkapi kalimat peringatan, “Hati-hati melintas di Tol Gempol-Surabaya, KM 65. Water barrier bergerak sendiri.”

 

BACA JUGA:

Konstruksi Rampung 100 Persen, Ruas Tol Pandaan-Malang Seksi 4 Siap Beroperasi

Menhub Minta Jasa Marga Perbanyak Rambu dan Patroli di Tol Cipularang

 

Sebagian besar netizen menduga ada hal mistis di ruas jalan tol tersebut. Mereka menyebut ada mahluk halus yang menggerakkan pembatas jalan warna oranye tersebut.

Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Agus Triantio membenarkan video unggahan tersebut. Namun, Agus membantah ada hal mistis pada pergerakan barrier tersebut. Water barrier bergerak karena faktor alam, bukan karena mahluk halus seperti ramai dibicarakan di media sosial.

“Sebenarnya di KM tersebut adalah lokasi antara lembah bukit yang dipotong. Nah, bukit yang dipotong itu antara KM 62 sampai KM 65 yang ada water barrier yang bergerak itu. Di bawahnya itu lembah, dan di sana juga ada rest area,” katanya.

“Di sana itu sering terjadi angin kencang. Sampean kan tahu kan, kalau angin kencang lewat lorong sempit maka kecepatannya menjadi lebih tinggi, kecepatannya bertambah dan itu bisa menggerakkan water barrier,” ujarnya.

Selain karena angin bertiup kencang, dua water barrier yang bergerak juga bocor. Akibatnya, alat itu mudah bergerak. “Water barrier itu seharusnya kan diisi penuh air, tapi ada yang bocor, itu setelah dicek. Yang bocor itu lah yang bergerak,” katanya.

Kendati demikian, Agus tetap meminta pengguna jalan untuk berhati-hati. Selain itu, Jasa Marga juga akan memasang rambu-rambu pengingat. “Yang di KM 65 itu tidak rawan. Justru di KM 70 yang sering terjadi kecelakaan. Walau begitu, semua harus berhati-hati,” katanya.


Editor : Maria Christina