Wabup Trenggalek Menghilang, Soekarwo Bantah Ada Tekanan Politik

Ihya' Ulumuddin ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 15:11 WIB
Wabup Trenggalek Menghilang, Soekarwo Bantah Ada Tekanan Politik

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Foto: Sindonews)

SURABAYA, iNews.id - Klaim adanya tekanan politik di balik kepergian Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (Ipin) dibantah Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini enggan mencari kambing hitam, dan memandang persoalan Ipin sesuai fakta.  

"Tekanan politik apa. Onok-onok wae (ada-ada saja). Wong dilantik (jadi bupati) saja belum," katanya, Selasa (22/1/2019).

Soekarwo menjelaskan, pergantian wakil bupati sudah ada aturaanya. Antara lain, yang mengusulkan adalah partai pengusung. Karenanya, hal itu tidak perlu diperdebatkan. "Itu (pergantian wakil bupati) sudah ada aturannya. Belum ada proses ke sana," katanya. 

Karena itu, Soekarwo tidak melihat ada unsur politis dalam kasus "menghilangnya" Ipin ini. Sebaliknya, hal itu murni pelanggaran aturan. Kepala daerah tidak boleh meninggalkan tugas lebih dari satu minggu tanpa keterangan (izin). 

BACA JUGA: 

PDIP: Ipin Menepi karena Tekanan Politik Jelang Suksesi Wabup

10 Hari Tinggalkan Tugas, Wabup Trenggalek Dapat Teguran Keras


"Jadi ini alasannya melanggar peraturan perundang-undangan gitu saja. Kalau ada tekanan, ya karena Undang-undang. Dia pergi tanpa izin," ucap politisi Partai Demokrat ini. 

Soekarwo mengurai, sesuai peraturan, kepala daerah tidak boleh ke luar negeri. Kecuali memang karena ada tugas negara. Dia menegaskan, semua kepala daerah wajib tunduk pada aturan. "Kalaupun bepergian ke luar negeri itu bukan tugas negara, maka harus ada izin. Misalnya umrah, boleh. Tetapi harus izin. Aturannya begitu," ujarnya. 

Seperti diberitakan, PDIP langsung bereaksi atas kabar "menghilangnya" Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (Ipin). Mereka menilai bahwa kepergian Ipin untuk menepi dan menenangkan diri. Alasannya, Ipin banyak ditekan lawan politik, menyusul suksesi wakil bupati seiring pergantian dirinya menjadi bupati menggantikan Emil Elestianto Dardak. 

"Di Trenggalek memang lagi ramai isu tekanan politik itu. Ada pihak yang memaksa Mas Ipin menyetujui sosok wabup dan sekda baru. Padahal, mungkin Mas Ipin kurang sreg dengan sosok-sosok itu. Kan ke depan ini Mas Ipin perlu sosok yang bisa diajak berlari membangun Trenggalek, jadi bukan hasil titipan atau tekanan," kata Ketua DPC PDIP, Doding Rahmadi.


Editor : Himas Puspito Putra