Wapres Ma'ruf Amin Sebut Buku Ajar di Sekolah Terpapar Radikalisme

Deni Irwansyah, Antara · Kamis, 28 November 2019 - 00:32 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Buku Ajar di Sekolah Terpapar Radikalisme

Siswa membaca buku di perpustakaan sekolah. Wapres Ma'ruf Amin menyebutkan bahan pembelajaran di sekolah terindikasi terpapar radikalisme. (Foto: Dok.iNews.id)

MALANG, iNews.id – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan hingga saat ini masih ada indikasi buku ajar dan bahan pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia mengandung unsur radikalisme.

Kiai Ma'ruf menjelaskan, bahan pembelajaran yang terpapar unsur radikalisme tersebut, terindikasi ada di tingkat Sekolah Dasar (SD), termasuk juga di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Menurut indikasi, ada bahan ajar yang masih menggunakan bahan-bahan yang di dalamnya terindikasi ajaran yang radikal," kata Ma'ruf, di Desa Tangkilsari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (27/11/2019).

BACA JUGA: Wapres Ma’ruf Amin: Radikalisme Itu Penyakit yang Mengancam Kehidupan Masyarakat

Ma'ruf menjelaskan, bahan-bahan pembelajaran tersebut, juga pernah muncul di soal-soal ujian di kalangan anak-anak sekolah.

Oleh karena itu, diharapkan seluruh pihak bisa mewaspadai adanya unsur-unsur radikalisme di bahan pembelajaran anak-anak sekolah.

Menurut Ma'ruf, dengan adanya indikasi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agama serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedang menelusuri indikasi-indikasi tersebut, supaya bisa dilakukan perbaikan.

"Ada di tingkat SD, bahkan PAUD juga ada yang mengajarkannya. Kementerian Agama serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedang menelusuri, untuk kemudian dilakukan perbaikan," kata Ma'ruf.

Dalam rangkaian kunjungan kerja di wilayah Malang Raya, Wapres berkesempatan untuk meluncurkan gerakan pelopor radikalisme di kampus Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur.

Peluncuran gerakan antiradikalisme tersebut, diharapkan bisa menjadi upaya menangkal gerakan radikalisme, khususnya di kalangan mahasiswa.

BACA JUGA: Ungkap 22 Persen Mahasiswa Unej Jember Terpapar Radikalisme, Ketua LP3M Dicopot

Gerakan radikalisme, dinilai bisa mengancam kehidupan masyarakat dalam bernegara.Ma'ruf menambahkan, pihaknya menginginkan universitas-universitas yang ada di Indonesia untuk mengambil langkah serupa untuk menangkal gerakan radikalisme.

Diharapkan, dengan adanya upaya dari kampus, bisa menangani permasalahan radikalisme dari hulu hingga hilir."Unsur masyarakat juga harus dilibatkan, termasuk pendidikan, mulai dari kementerian maupun lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta," tutur wapres.


Editor : Kastolani Marzuki