Warga Desa Tempuran Kabupaten Mojokerto Jalani Puasa Pertama di Lokasi Banjir

Sholahudin ยท Senin, 06 Mei 2019 - 12:24 WIB
Warga Desa Tempuran Kabupaten Mojokerto Jalani Puasa Pertama di Lokasi Banjir

Kondisi rumah warga Desa Tempuran, Kabupaten Mojokerto, Jatim, masih terendam banjir hingga hari keenam, Senin (6/5/2019). (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.idBanjir masih merendam Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), hingga hari keenam atau hampir sepekan, Senin (6/5/2019). Warga yang tidak mengungsi harus menjalani puasa Ramadan pada hari pertama di lokasi banjir.

Dari pantauan iNews, ketinggian banjir sudah mulai surut sejak Minggu malam (5/5/2019) hingga Senin pagi, meskipun hanya 15 sentimeter (cm). Air masih menggenangi rumah-rumah warga. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil menjaga barang-barangnya.

Warga pun menjalani hari pertama puasa dengan seadanya. Kondisi rumah yang masih tergenang banjir membuat warga tidak bisa memasak untuk menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa.

BACA JUGA:

13 Desa di Pulang Pisau Kalteng Direndam Banjir, Ribuan KK Jadi Korban

Banjir Meluas di Kabupaten Pati, Ratusan Rumah Warga Terendam

Untuk kebutuhan sahur, warga mengandalkan persediaan makanan dan minuman dari dapur umum yang disediakan Tagana Kabupaten Mojokerto. Begitu juga untuk kebutuhan berbuka puasa nanti sore.

“Selama enam hari banjir, kami bertahan di rumah. Barang-barang ada yang terendam dan ada yang dinaikkan. Untuk kebutuhan sahur ada dari dapur umum dan ada yang mengantar. Nanti buka puasa kalau nggak dapat ya beli nasi di luar karena kami enggak bisa masak. Semoga puasa kami lancar,” kata warga, Sri Untari.

Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah warga terdampak banjir di Desa Tempuran semakin banyak dibanding Minggu (5/5/2019). Jumlahnya mencapai 1.210 jiwa yang berada di dua dusun, yakni Dusun Tempuran dan Bekucuk.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Ahmad Zaini mengatakan, pihaknya menyiapkan makanan dan minuman untuk kebutuhan sahur warga korban banjir. BPBD memperkirakan air akan semakin surut sehingga warga diharapkan bisa kembali beraktivitas dengan normal.

“Untuk sahur pertama, kami sediakan sebanyak 1.200 bungkus dan kami distribusikan mulai pukul 1.00 sampai pukul 3.00 WIB tadi. Kami juga menyediakan minuman,” katanya.


Editor : Maria Christina