Mantan Ketua dan Anggota DPRD Banjarmasin Divonis 4 Tahun Penjara

Deny M Yunus ยท Selasa, 24 April 2018 - 21:53 WIB
Mantan Ketua dan Anggota DPRD Banjarmasin Divonis 4 Tahun Penjara

Terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi mendengarkan pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Banjarmasin. (Foto: iNews/Deny M Yunus)

BANJARMASIN, iNews.id - Mantan ketua dan anggota DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Iwan Rusmali dan Andi Effendi, divonis empat tahun penjara. Keduanya terbukti korupsi karena menerima suap senilai ratusan juta rupiah untuk memuluskan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal Pemko Banjarmasin ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.

Vonis terhadap mantan ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali dan mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin sekaligus ketua Pansus Penyertaan Modal Pemko Banjarmasin ke PDAM Bandarmasih Andi Effendi, disampaikan majelis hakim yang diketuai Sihar Hamonangan Purba di Pengadilan Tinda Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Selasa (24/4/2018).

Sihar menyebutkan, keduanya terbukti melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP juncto pasal 64 KUHP.

Kedua terdakwa terbukti menerima suap untuk memuluskan pembuatan Perda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih sehingga dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda Rp250 juta atau subsider tiga bulan kurungan. Khusus untuk Andi Effendi, hukumannya ditambah kewajiban untuk membayar uang pengganti Rp25 juta. Dari sejumlah uang yang diterimanya dalam korupsi, Andi Effendi belum mengembalikan uang Rp25 juta.

Vonis terhadap kedua terdakwa lebih ringan dari tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sidang sebelumnya. Kedua terdakwa dituntut lima tahun penjara dan denda Rp250 juta atau subsider enam bulan penjara.

Selain Iwan Rusmali dan Andi Effendi, dalam kasus ini, KPK turut menangkap bekas direktur utama PDAM Bandarmasih, Muslih dan manajer keuangannya Trensis. Pengadilan Tipikor Banjarmasin lebih dulu menjatuhkan vonis kepada keduanya, Selasa 30 April 2018 lalu. Muslih dihukum penjara satu  tahun lima bulan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan sedangkan Trensis dihukum satu tahun dan denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara.

Atas vonis ini, Iwan Rusmali dan Andi Effendi menyatakan pikir-pikir dulu. Keduanya punya waktu tujuh hari setelah putusan ini, apakah menyatakan banding atau menerima vonis yang dijatuhkan kepada mereka. “Ini sudah keputusan terbaik, tapi saya pikir-pikir dululah,” kata Iwan Rusmali.

Sementara Andi Effendi juga mengatakan hal yang sama. Namun, dia tidak bersedia berkomentar lebih banyak soal vonis tersebut. “Kepada yang mewakili sajalah,” ujar Andi.

Iwan Rusmali dan Andi Effendi ditangkap oleh KPK pada Kamis, 14 September 2017. Iwan Rusmali yang dulunya kader Partai Golkar sudah diberhentikan partai sejak tertangkap tangan oleh tim penyidik KPK. Sama halnya dengan Iwan, Andi Effendi, mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga telah diberhentikan sebagai anggota dewan dan partainya.


Editor : Maria Christina