Bikin Resah di Masjid, 2 Warga Pakistan Diamankan di Banjarmasin

Cahya Sumirat ยท Jumat, 04 Mei 2018 - 18:28 WIB
Bikin Resah di Masjid, 2 Warga Pakistan Diamankan di Banjarmasin

Haider Ali Hassan Mahedi dan Muhammad Yaqoob saat diperiksa pihak Imigrasi Banjaramasin. (Foto: IST)

BANJARMASIN, iNews.id – Kantor Imigrasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang dinilai meresahkan jamaah Masjid Al Jihad, Jalan Cempaka, Kota Banjarmasin. Dua warga asing tersebut meminta uang kepada pengurus masjid untuk kepentingan pribadi.

Kedua warga Pakistan tersebut, yakni Haider Ali Hassan Mahedi (33) dan Muhammad Yaqoob (37). Masa berlaku paspor keduanya masih lama, masing-masing 17 Agustus 2019 dan 24 September 2022.

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Banjarmasin Syahrifullah mengatakan, kedua orang tersebut bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Al Jihad di Jalan Cempaka, Kota Banjarmasin, Rabu (2/5/2018). Pengurus masjid kemudian memberikan sejumlah uang kepada keduanya. Namun, mereka malah meminta uang lebih banyak.

Pengurus masjid pun keberatan dengan permintaan tersebut. Mereka menilai kedua warga negara Pakistan itu telah meresahkan warga. Akhirnya mereka menghubungi polisi agar mengamankan kedua warga Pakistan. “Petugas intel Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel langsung menangani laporan itu,” kata Syahrifullah, Jumat (4/5/2018).

Hasil pemeriksaan, kedua warga negara Pakistan itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada 22 Maret 2018 dengan menggunakan visa turis yang berlaku selama 30 hari. Izin tinggal keduanya telah diperpanjang sampai 20 Mei 2018 di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat dengan alasan menghadiri tablig.

Selama ini, mereka juga tidak memiliki catatan yang kurang baik. Nama keduanya tidak terdapat dalam Daftar Penangkalan (Tangkal) sehingga diperbolehkan untuk masuk dan berkegiatan di wilayah Indonesia. “Jadi prinsip keimigrasian atas orang asing di wilayah Indonesia adalah didasarkan pada pendekatan keamanan atau security approach dan pendekatan kesejahteraan prosperity approach,” katanya.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Kalsel, Dodi Karnida menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat karena melaporkan keberadaan orang asing yang meresahkan. Dia juga mengapresiasi kepolisian karena segera menyikapi laporan masyarakat.

“Ke depan, kami akan meningkatkan peran Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) baik tingkat wilayah provinsi yang diketuai oleh kami selaku kepala Divisi Keimigrasian maupun oleh masing-masing kabupaten/kota yang diketuai oleh kepala Kantor Imigrasi,” paparnya.


Editor : Maria Christina