6.500 Ton Pupuk Diduga Ilegal Asal China Diamankan di Banjarmasin

Deny M Yunus ยท Jumat, 04 Mei 2018 - 21:41 WIB
6.500 Ton Pupuk Diduga Ilegal Asal China Diamankan di Banjarmasin

Ribuan ton pupuk yang diduga ilegal di atas kapal MV Toyo Maru di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. (Foto: iNews/Deny M Yunus)

BANJARMASIN, iNews.id - Aparat gabungan TNI dan Polri di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengamankan ribuan ton pupuk asal China, Jumat (4/5/2018) siang. Pupuk yang diangkut kapal barang MV Toyo Maru ini diduga ilegal karena kemasannya polos tanpa merek.

Diamankannya ribuan ton pupuk di kapal tersebut, berawal dari informasi masyarakat yang diterima jajaran Intel Korem 101 Antasari. Bersama kepolisian, pihak Intel Korem 101 Antasari lalu memeriksa dokumen muatan kapal tersebut.

Wadan Intel Korem 101 Antasari, Lettu Ahmad Bosari mengatakan, belum diketahui pasti alamat tujuan atau pemesan pupuk ini. Namun, dari manifes kapal tersebut, jumlah pupuk yang diangkut sebanyak 6.500 ton.

Sebelum sandar di Pelabuhan Trisakti, sekitar muara Sungai Barito, didapat informasi sekitar 2.000 karung sudah diturunkan dari kapal dan dipindahkan ke tongkang. Kuat dugaan, pupuk ini untuk keperluan perkebunan sawit yang ada di Kalsel dan Kalimantan Tengah.

“Karung pupuk yang ditemukan masih polos. Tidak ada penjelasan isinya apa saja, jenisnya apa, kandungannya apa saja. Kami masih mencari data dan berkoordinasi dengan pihak bea cukai serta Polres Banjarmasin, untuk mengetahui apakah keberadaan pupuk ini sudah legal atau belum,” kata Bosari, di Banjarmasin, Jumat (4/5/2018).

Untuk memastikan legalitas ribuan ton pupuk ini, polisi masih menyelidiki termasuk memeriksa dokumen pupuk dan kapal tersebut. “Dokumen sementara masih kami periksa. Kalau keterangan dari syahbandar memang barang ini dari China langsung masuk ke sini. Katanya pupuk ini mengandung magnesium, karenanya kami sudah mengambil sampelnya tadi untuk diperiksa di laboratorium,” ucap Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi.

Terkait legalitas pupuk ini, kapten kapal MV Toyo Maru, Liu mengaku tidak tahu persis karena menjadi kewenangan agen. Sedangkan dia bersama kru kapalnya hanya menyediakan jasa sewa angkut dari salah satu pelabuhan di China tujuan Banjarmasin.

Selain memeriksa dan mengamankan ribuan ton pupuk tersebut, aparat kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak untuk memeriksa bagian di dalam kapal. Hal ini untuk memastikan dugaan ada barang terlarang lainnya di kapal tersebut, termasuk narkoba.


Editor : Himas Puspito Putra