Ayah Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Zulkifli Yunus ยท Rabu, 09 Mei 2018 - 18:31 WIB
Ayah Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Wakapolres Tanah Laut Kompol Ade Nuramdani memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (9/5/2018) sore. (Foto: iNews/Zulkifli Yunus)

PELAIHARI, iNews.id – Seorang ayah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), tega menyetubuhi anak kandungnya hingga saat ini hamil enam bulan. Ayah bejat ini sudah diamankan di Mapolres Tanah Laut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Perbuatan bejat pelaku, Eli Erfan, terungkap setelah putrinya yang masih berusia 16 tahun hamil enam bulan. Pelaku, warga Kecamatan Jorong, kemudian berupaya melepaskan tanggung jawab atas perbuatannya dengan menyerahkan penanganan anaknya ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tanah Laut.

Tersangka yang bekerja sebagai pekerja bengkel las ini mengaku kepada petugas P2TP2A, terpaksa menitipkan anaknya karena tidak punya uang untuk biaya persalinan. Saat itulah, anaknya, M, mengaku kepada petugas bahwa dia hamil akibat perbuatan ayah kandungnya.

Pengakuan korban mengagetkan petugas P2TP2A. Mereka segera melaporkan temuan itu ke Satreskrim Polres Tala. Petugas kemudian mengamankan Ali Erfan pada Rabu (25/4/2018) di rumahnya.

“Kasus persetubuhan ayah kandung terhadap anak ini terjadi pada tahun 2017. Akibat perbuatannya, anak tersangka saat ini hamil enam bulan,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Tanah Laut Kompol Ade Nuramdani pada gelar perkara yang berlangsung Rabu (9/5/2018) sore.

Sementara pelaku mengakui semua perbuatannya kepada polisi. Dia menyesal telah berbuat tak senonoh pada anaknya. Tersangka mengaku mencabuli anaknya karena sering tidur bersama. Sementara dia sudah lama ditinggal istrinya yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). “Saya meniduri anak saya dengan mengiming-imingi HP (ponsel) baru dan akhirnya dia mau,” kata Ali Erfan.

Kompol Ade Nuramdani mengatakan, selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti pakaian yang digunakan korban saat pertama kali tersangka melakukan perbuatan bejatnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara,” kata Ade.


Editor : Maria Christina