7 Rumah di Kompleks PTPN XIII Tanah Laut Ludes Terbakar

Zulkifli Yunus ยท Rabu, 23 Mei 2018 - 17:47 WIB
7 Rumah di Kompleks PTPN XIII Tanah Laut Ludes Terbakar

Kebakaran yang terjadi di kawasan perumahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (23/5/2018). (Foto: iNews/Zulkifli Yunus)

TANAH LAUT, iNews.id - Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya tujuh rumah di kawasan perumahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (23/5/2018). Api diduga berasal dari salah satu rumah yang sedang ditinggal penghuninya.

Petugas pemadam kebakaran gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak swasta, Rabu sore tampak masih membasahi puing-puing rumah yang hangus terbakar di kawasan perumahan PTPN XIII di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, itu.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di siang bolong sekitar pukul 12.00 Wita itu sempat membuat warga sekitar panik. Warga pun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran dari Kota Pelaihari. Warga bahkan berhasil mengevakuasi sebuah mobil dari amukan si jago merah dengan mendorongnya menjauh dari kobaran api.

Kosim, salah satu warga di lokasi kejadian mengaku, saat tiba di lokasi, api sudah terlanjur membesar. Dia langsung meminta warga lain untuk menghubungi pemadam kebakaran. “Api datangnya dari rumah yang ditinggal penghuninya. Tadi itu sempat mati lampu. Terus pas menyala lagi tahu-tahu sudah ada api,” kata Kosim di lokasi kejadian, Rabu (23/5/2018).  

“Anginnya juga kencang terus apinya langsung menyambar rumah di sebelahnya. Saya langsung minta warga panggil pemadam lah,” imbuhnya.

Salah seorang warga yang juga mantan kepala desa di lokasi, Jatim mengatakan, kebakaran tersebut menghanguskan tujuh rumah. “Tiga rumah dalam keadaan kosong dan empat rumah dihuni lima kepala keluarga atau 19 jiwa,” katanya.

Sampai saat ini, belum diketahui total kerugian dan penyebab pasti kebakaran. Petugas dari dinas sosial masih mendata untuk memastikan jumlah korban yang harus mendapat bantuan.


Editor : Himas Puspito Putra