4.925 Napi di Kalsel Dapat Remisi Khusus Idul Fitri, 42 Langsung Bebas

Cahya Sumirat · Kamis, 31 Mei 2018 - 16:49 WIB
4.925 Napi di Kalsel Dapat Remisi Khusus Idul Fitri, 42 Langsung Bebas

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

BANJARMASIN, iNews.id - Sebanyak 4.925 dari 8.922 narapidana (napi) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat pengurangan masa tahanan atau remisi khusus Idul Fitri Tahun 1439 Hijriah. Perinciannya terdiri atas 3.380 napi kasus tindak pidana umum (TPU) dan 1.545 napi kasus tindak pidana khusus (TPK).

Dari total penerima remisi khusus, 42 napi langsung bebas atau RK-II. Terbanyak berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkotika Kelas IIA Karang Intan sejumlah 15 napi.

Kepala Sub Bidang Keamanan Divisi Pemasyarakatan Kalsel, Sugito menjelaskan, remisi sebagai reward atau penghargaan, untuk memotivasi warga binaan menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat. Namun tentunya akan ada punishment atau hukuman jika warga binaan pemasyarakatan melakukan pelanggaran.

Dia menjelaskan, mereka yang berhak mendapatkan remisi yakni yang telah memenuhi syarat administratif. Seperti berkelakuan baik dan telah menjalani hukuman minimal enam bulan, terhitung sejak tanggal penahanan sampai Hari Raya Idul Fitri 2018.

“Sisa 3.997 napi yang tidak mendapatkan remisi khusus Idul Fitri untuk TPU karena belum menjalani 6 bulan pidana, sedang menjalani register F, atau tidak berkelakuan baik, dan menjalani cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, dan pembebasan bersyarat. Sementara untuk kasus TPK ada persyaratan menjalani sepertiga masa hukuman,” kata Sugito, Kamis (31/5/2018).

Dia melanjutkan, dari 1.545 napi kasus TPK yang yang memperoleh remisi khusus Idul Fitri Tahun 2018, empat di antaranya napi kasus korupsi. Mereka berasal dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin 1 orang, Lapas Kelas IIB Amuntai 1 orang, Lapas Kelas III Tanjung 1 orang, Lapas Kelas III Banjarbaru 1 orang.

Selain Idul Fitri, remisi khusus keagamaan juga diberikan pada Hari Natal, Nyepi, Waisak, dan Imlek. Aturan soal remisi sesuai Pasal 34 ayat 3 PP 28/2006 tentang Perubahan atas PP 32/1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Kemudian, Pasal 34 A ayat (1) PP 99/ 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.


Editor : Donald Karouw