Echa Si Putri Tidur asal Banjarmasin Terbangun dari Tidur Panjangnya

Zainal Hakim ยท Kamis, 02 Juni 2018 - 13:20 WIB
Echa Si Putri Tidur asal Banjarmasin Terbangun dari Tidur Panjangnya

Lily, ibu Echa berusaha membangunkan putrinya yang sudah tertidur. (Foto: iNews/Zainal Hakim)

BANJARMASIN, iNews.id – Terlelap lebih dari seminggu, Siti Raisa Miranda alias Echa, penderita sindrom putri tidur asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya terbangun, Sabtu (2/5/2018). Echa membuka matanya tepat di hari kedelapan setelah tertidur untuk ke lima kalinya. Seusai terbangun, Echa bergegas mengikuti ulangan kenaikan kelas susulan, karena tertinggal lima mata pelajaran selama penyakit langkanya tersebut kambuh.

Ibundanya, lily mengatakan, Echa terbangun saat mendengar alarm dari ponselnya pukul 06.30 Wita. Namun kondisi putri keduanya itu masih lemas dan tidak stabil. Echa sudah merespon saat diajak bicara, tapi malas menjawab semua pertanyaan. “Saat bangun kondisi fisiknya lemah,” kata Lily, (Sabtu 2/6/2018).

Setelah memiliki tenaga yang cukup, siswi kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin tersebut bersedia melaksanakan ulangan susulan kenaikan kelas di rumahnya. Tak berapa lama, dua pengawas ulangan dari sekolahnya pun tiba di rumahnya untuk membawa soal ujian dan memberikan bimbingan selama Echa mengikuti ulangan susulan. Namun dari lima mata pelajaran yang diikuti Echa, hanya Bahasa Indonesia dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang mampu dikerjakannya. Dengan tatapan kosong dan kondisi fisik lemah, Echa menyudahi ujian susulan tersebut dan akan melanjutkan sisanya Senin (4/6/2018) mendatang.

“Echa ini siswi yang periang dan aktif. Kami akan terus mendukungnya,” kata guru pengawa ujiannya, Yuliani.

BACA JUGA: Penyakitnya Kambuh, Echa Si Putri Tidur Sudah 5 Hari Terlelap

Guru konseling SMPN 15 Banjarmasin, Laila mengaku, anak didiknya itu terbilang berprestasi selama mengikuti pendidikan di sekolah. Remaja berusia 14 tahun itu dinilai sangat supel dan aktif.

“Sangat kontradiktif saat penyakit sindrom putri tidurnya kambuh. Saya berharap Echa segera sembuh, dan sakitnya tak kambuh lagi,” ucap Laila.

Seusai menjalani ujian, Echa rencananya akan dibawa ke puskesmas terdekat. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan, orang tuanya pun urung membawanya. Mereka hanya berharap, penyakit putrinya tak kambuh lagi secara permanen karena khawatir mengganggu masa perkembangannya.

Echa merupakan putri kedua pasangan Mulyadi dan Lily, warga Jalan Pangeran RT 01, Nomor 3, Kelurahan Pangeran Banjarmasin Utara, Kalsel. Echa saat ini sudah meninggalkan sejumlah aktivitasnya dan hanya fokus sekolah, serta mengisi waktu dengan mengasah kemampuan olah vokal dan bermain alat musik.

Oktober tahun lalu, Echa mengalami sindrom putri tidur terparah karena tertidur tanpa bangun selama dua pekan. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansyari Saleh Banjarmasin hingga akhirnya terbangun. Sayangnya terapi terputus karena Echa bersikeras ingin kembali ke rumah.


Editor : Donald Karouw