Polisi Gadungan di Banjarmasin Perkosa Remaja di Depan Pacarnya

Deny M Yunus ยท Kamis, 21 Juni 2018 - 19:45 WIB
Polisi Gadungan di Banjarmasin Perkosa Remaja di Depan Pacarnya

Kedua pelaku pemerkosaan ditahan di Mapolsek Banjarmasin, Kamis (21/6/2018). (Foto: iNews/Deny M Yunus)

BANJARMASIN,  iNews.id – Seorang remaja di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), diperkosa oleh dua pemuda di depan pacarnya. Pelaku mengaku sebagai polisi untuk menakut-nakuti korban.

Jajaran Polsek Banjarmasin Selatan berhasil meringkus kedua pelaku pemerkosaan dan pembegalan itu, Kamis (21/6/2018). Pelaku bernama Tisun dan Rudi Dinata. Kedua warga Tatah Belayung, Banjarmasin Selatan ini, diringkus di tempat berbeda. Rudi diringkus di kawasan Jalan Trans Kalimantan sekitar Jembatan Barito sedangkan Tisun diringkus di rumahnya.

Kasus pemerkosaan yang dilakukan kedua pelaku terjadi di jalan lingkar selatan, Senin (18/6/2018) malam. Saat itu, korban berinisial SF (15) bersama pacarnya Hendrianto tengah asyik berduan di atas sepeda motor. Tidak lama, kedua pelaku datang dan mengaku sebagai polisi. Keduanya kemudian mengancam kedua korban dengan sebilah kayu untuk menyerahkan telepon seluler (ponsel).

Kedua pelaku mengaku awalnya hanya ingin merampas ponsel korban. Namun, dengan dalih khilaf, keduanya lantas memperkosa SF di hadapan pacarnya Hendrianto. Sementara Hendrianto tidak bisa berkutik karena di bawah ancaman kedua pelaku yang memerkosa pacarnya.

“Saya mengaku polisi untuk nakut-nakutin mereka aja,” kata pelaku pemerkosaan Tisun saat pemeriksaan di Polsek Banjarmasin, Kamis (21/6/2018).

“Awalnya cuma mau ngambil hp mereka aja, akhirnya merkosa yang perempuan,” kata pelaku lainnya, Rudi.

Sementara Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Najamudin Bustari mengatakan, selain meringkus kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya batang pohon yang digunakan pelaku mengancam korban serta pakaian dalam korban.

Dari laporan yang diterima polisi, selama ini, pelaku pemerkosaan sering mengaku-ngaku sebagai polisi untuk menakut-nakuti warga. “Termasuk kepada kedua korban ini, pelaku mengaku sebagai polisi,“ kata Najamudin Bustari.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas ini dijerat pasal 76 huruf e Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 dan pasal 365 KUHP tentang perbuatan asusila, pencabulan terhadap anak di bawah umur, serta pencurian dengan kekerasan.


Editor : Maria Christina