Sebulan Pacaran, 2 Bocah di Kalsel Ini Nekat Menikah, Ini Alasannya

Zainal Hakim · Minggu, 15 Juli 2018 - 22:33 WIB
Sebulan Pacaran, 2 Bocah di Kalsel Ini Nekat Menikah, Ini Alasannya

Dua remaja di Tapin, Kalimantan Selatan melangsungkan pernikahan meski baru kenal satu bulan. (Foto: iNews.id)

TAPIN, iNews.id - Pernikahan anak di bawah umur terjadi Desa Tungkap, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Video akad nikah dan resepsi perkawinan sepasang pengantin remaja bernama Zainal Arifin (14) dan Ira (15) itu kini viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Prosesi pernikahan pasangan belia itu berlangsung di rumah nenek Arifin, Zanariah di Jalan Saka Permai, Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Jumat (13/7/2018) lalu. 

Arifin selama ini tinggal bersama kakek, nenek, paman dan adiknya. Sementara kedua orang tuanya tinggal di Desa Cabe, Kecamatan Simpang 4, Kabupaten Banjar.

Menurut Arifin, pernikahan sirinya dengan gadis idamannya, Ira didasari atas cinta bukan perjodohan. Dia menikahi Ira juga atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan pihak mana pun. Mereka kenal dan berpacaran sejak satu bulan lalu di pasar malam tak jauh dari desanya.

“Setelah berpacaran, kami sepakat menikah agar tidak patah hati karena takut putus dalam pacaran. Selain itu, menghindari pergaulan bebas di luar nikah. Kami berdua juga ingin hubungan kami ini langgeng,” kata Arifin ditemui di rumah neneknya, Minggu (15/7/2018).

BACA JUGA:

ABG 14 Tahun Nikahi Gadis 16 Tahun untuk Rawat Orang Tua yang Sakit

Viral, ABG Menikah Siri di Kalimantan Selatan



Rencana Arifin dan Ira melanjutkan ke jenjang perkawinan sempat membuat  kedua keluarganya kaget dan bingung karena faktor usia yang dinilai masih sangat muda. Namun, setelah mempertimbangkan alasan keduanya yang tak ingin berpisah dan menghindari hal tak diinginkan, pihak keluarga akhirnya merestui menikahkan mereka secara siri.

Ibunda Arifin, Sainah mengaku menyetujui keinginan kuat anaknya untuk menikahi gadis pujaannya karena secara materi dinilai sudah mapan. “Dia (Arifin) memiliki penghasilan sendiri dengan bekerja bersama kakeknya,” ucapnya.

Meski dinilai mampu menafkahi Ira, Sainah berharap baik Arifin maupun Ira tetap bersedia melanjutkan sekolahnya yang sempat terhenti.


Editor : Kastolani Marzuki