Diduga Terlibat Proyek Fiktif Dana Desa, Mantan Kades Ambungan Ditahan

Zulkifli Yunus · Rabu, 05 September 2018 - 20:22 WIB
Diduga Terlibat Proyek Fiktif Dana Desa, Mantan Kades Ambungan Ditahan

Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan. (Foto: iNews/Zulkifli Yunus)

PELAIHAR, iNews.id – Mantan Kepala Desa (Kades) Ambungan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), Salim diamankan jajaran Polres Tanah Laut. Dia diduga terkait dalam praktik markup anggaran proyek dan proyek fiktif bersumber dari dana desa senilai Rp382.907.253.

Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan mengatakan, polisi mengamankan mantan kades Ambungan pada Kamis, 30 Agustus 2018 lalu. Saat ini, Salim diamankan di tahanan Polres Tala untuk 20 hari ke depan. Dia akan menjalani pemeriksaan berkaitan dengan dugaan markup anggaran proyek-proyek yang bersumber dari dana desa dan juga membuat proyek fiktif.

“Modus operandinya markup proyek pembangunan dana desa dan proyek fiktif dalam laporan bersama perangkat desa lainnya yakni sekretaris desa dan bendahara Desa Ambungan,” kata Sentot Adi Dharmawan saat dikonfirmasi, Rabu (5/9/2018).

Dana desa yang diduga digelembungkan dan digunakan untuk proyek fiktif itu merupakan anggaran tahun 2015-2016. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalsel, kerugian negara akibat perbuatan tersebut mencapai Rp382.907.253.

Sementara itu, meskipun dua perangkat desa ditahan, roda Pemerintahan Desa Ambungan masih terus berjalan. Dari pantauan iNews, Kantor Desa Ambungan yang terletak di pinggir ruas Jalan Trans Kalimantan, masih melayani warga. Padahal, desa tersebut belum memiliki pejabat kades definitif setelah pejabat lama Salim habis masa jabatannya dan berurusan dengan hukum.

Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pelayanan Desa Ambungan Jumadi membenarkan, roda pemerintahan berjalan seperti biasa. Namun, ada beberapa kebijakan yang harus ditandatangani kades tidak dapat mereka lakukan.

“Kami hanya dapat membantu warga melayani pembuatan surat pengantar desa, mulai dari pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan surat pengantar lainnya,” kata Jumadi.


Editor : Maria Christina